Kompas.com - 06/10/2021, 06:30 WIB
Sejumlah jalan protokol di Kota Surabaya dipenuhi tanaman Tabebuya menambah cantik jalanan di Kota Surabaya pada momen libur Lebaran, Sabtu (15/5/2021). DOK. PEMKOT SURABAYASejumlah jalan protokol di Kota Surabaya dipenuhi tanaman Tabebuya menambah cantik jalanan di Kota Surabaya pada momen libur Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

KOMPAS.com - Tanaman tabebuya belakangan marak ditanam di sudut-sudut dan jalanan perkotaan.

Contohnya seperti di sepanjang Jalan Mayjen Sungkono, Jalan A. Yani, dan Jalan Gunung Anyar Merr Surabaya, Jawa Timur.

Tabebuya merupakan pohon yang rindang dan dihiasi berbagai warna bunga.

Bunga yang berterbangan tiap terkena angin ini membuat orang-orang menjulukinya sakura Indonesia.

Mari mengenal pohon tabebuya, yang sering kita temui di sudut-sudut dan taman kota.

Baca juga: Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Tabebuya berasal dari Brasil

Tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus.

Ketua Program Master Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Pascasarjana Insitut Pertanian Bogor (IPB) Hadi Susilo Arifin mengatakan, tabebuya berasal dari Amazon, Brasil.

"Asalnya sih dari Amazon, dari Brasil aslinya. Saya sudah mengenal sejak 20 tahunan lalu," kata Hadi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/10/2021).

Pohon tabebuya merupakan jenis pohon dengan ketinggian sedang.

"Itu jenis pohon dan pohonnya sedang sampai tinggi. Bisa 8 meter, 6-8 meter," tutur Hadi.

Baca juga: Viral Daun Pisang Berwarna Putih di Kudus, Bagaimana Penjelasan Ahli?

Daerah yang cocok ditanami Tabebuya

Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.

Tabebuya, menurut profesor ekologi dan manajemen lanskap ini memang cocok ditanam di Indonesia terutama pulau Jawa.

Tabebuya biasanya mekar saat musim kering atau kemarau.

"Cocok di daerah yang memang antara kemarau dengan musim hujannya itu jelas. Termasuk di pulau Jawa. Karena di Indonesia, klasifikasi hujan itu ada yang disebut tipe hujan tropis," jelas Hadi.

Baca juga: Fenomena Pohon Pisang Berbuah Lebih dari Satu Tandan, Ini Penjelasan Ahli

Kendati demikian, tidak semua daerah di Indonesia cocok ditanami tabebuya.

Di wilayah yang intensitas hujannya sering, tabebuya memang bisa tumbuh, tetapi bunganya tidak akan sebagus di wilayah kering.

"Dia (tabebuya) berbunganya justru pada waktu musim kemarau. Kalau musim hujan dia tidak berbunga, Desember-Januari. Dia berbunga di musim kemarau yang sedang terik-teriknya, Juli-Agustus atau September-Oktober," papar Hadi.

Baca juga: Jokowi Sebut Porang Bisa Gantikan Beras, Mana yang Lebih Sehat?

Perawatan Tabebuya

Bunga tabebuya bermekaran di sejumlah jalan protokol di Kota Surabaya, Jawa TimurDOK. PEMKOT SURABAYA Bunga tabebuya bermekaran di sejumlah jalan protokol di Kota Surabaya, Jawa Timur

Daun dari pohon tabebuya tidak mudah rontok. Ketika musim kering pun, bunganya terlihat lebih lebat.

Akar tabebuya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.

Hadi mengatakan, tabebuya tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya perlu penyiraman atau pemupukan jika ingin bunganya lebih lebat.

"Itu tanaman pohon dan tahan kering. Jadi untuk perawatan khusus sekali tidak ada. (Perawatannya) seperti pohon-pohon lain saja, tentu ada jarak tanam. Kalau memang ingin lebih bagus ya pakai pemupukan, misal supaya bunganya lebih banyak. Tapi perawatannya tetap normal saja," tutur dia.

Meski biaya pemeliharaan tanaman tabebuya cukup murah, Hadi mengatakan, akan lebih bagus jika perawatan juga dilakukan pada ranting-ranting yang kering.

"Biaya pemeliharaannya termasuk murah, cuman ranting-ranting ini saja. Biasanya habis berbunga, lalu kering, ranting-rantingnya perlu dipangkas agar musim berikutnya bisa tumbuh bagus lagi. Perawatannya paling itu," imbuh dia.

Baca juga: 3 Tanaman yang Jadi Sorotan di 2019: Bajakah, Kratom, dan Porang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unggahan Viral Kuitansi Parkir Bus di Jogja Rp 350.000, Ini Kata Dishub hingga Wawali

Unggahan Viral Kuitansi Parkir Bus di Jogja Rp 350.000, Ini Kata Dishub hingga Wawali

Tren
Mengenal Apa Itu JHT dan JKP pada BPJS Ketenagakerjaan dan Cara Mencairkannya

Mengenal Apa Itu JHT dan JKP pada BPJS Ketenagakerjaan dan Cara Mencairkannya

Tren
Update Corona 20 Januari 2022: Indonesia Tambah 1.745 Kasus Baru | Australia Setujui 2 Obat Oral Covid-19

Update Corona 20 Januari 2022: Indonesia Tambah 1.745 Kasus Baru | Australia Setujui 2 Obat Oral Covid-19

Tren
On & Off Pressure: Seni Jalanan Memandang Muram Negeri 2021

On & Off Pressure: Seni Jalanan Memandang Muram Negeri 2021

Tren
Jadi Tersangka KPK, Berikut Profil dan Harta Kekayaan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin

Jadi Tersangka KPK, Berikut Profil dan Harta Kekayaan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin

Tren
Menulis sebagai Ekspresi Keresahan, Kreativitas, dan Kritik

Menulis sebagai Ekspresi Keresahan, Kreativitas, dan Kritik

Tren
[POPULER TREN] Ciri IQ Tinggi Dilihat dari Kepribadian | Perbandingan Gaji PNS dan PPPK 2022

[POPULER TREN] Ciri IQ Tinggi Dilihat dari Kepribadian | Perbandingan Gaji PNS dan PPPK 2022

Tren
Tenaga Honorer Dihapus Mulai 2023, Tenaga Kebersihan dan Keamanan Disarankan Outsourching

Tenaga Honorer Dihapus Mulai 2023, Tenaga Kebersihan dan Keamanan Disarankan Outsourching

Tren
Harga Minyak Goreng Rp 14.000, Imbauan Mendag, dan Sanksi jika Nekat Menaikkan Harga

Harga Minyak Goreng Rp 14.000, Imbauan Mendag, dan Sanksi jika Nekat Menaikkan Harga

Tren
Beberapa Negara Tak Dihuni Ular Seekor Pun, Ini Alasannya

Beberapa Negara Tak Dihuni Ular Seekor Pun, Ini Alasannya

Tren
Kisah Ghozali Everyday dan Bendahara DPC Demokrat Balikpapan, Sama-sama Muda, Kaya dengan Jalan Berbeda

Kisah Ghozali Everyday dan Bendahara DPC Demokrat Balikpapan, Sama-sama Muda, Kaya dengan Jalan Berbeda

Tren
Viral, Cerita Wisatawan Ditarik Parkir Bus Rp 350.000 di Yogyakarta, Ini Kata Dishub

Viral, Cerita Wisatawan Ditarik Parkir Bus Rp 350.000 di Yogyakarta, Ini Kata Dishub

Tren
Situs Swagbucks Disebut Bisa Hasilkan Uang Digital, OJK Jelaskan Bahayanya

Situs Swagbucks Disebut Bisa Hasilkan Uang Digital, OJK Jelaskan Bahayanya

Tren
Saat Pesawat Emirates Terbang Rendah Mendekati Pramugari yang Berdiri di Pucuk Burj Khalifa...

Saat Pesawat Emirates Terbang Rendah Mendekati Pramugari yang Berdiri di Pucuk Burj Khalifa...

Tren
Mengenal Apa itu Hama dan Penyakit Tanaman

Mengenal Apa itu Hama dan Penyakit Tanaman

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.