Kompas.com - 04/10/2021, 07:05 WIB
Kondisi Teluk Jakarta usai dibersihkan di Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Sampah plastik yang sebelumnya menumpuk, kini sudah dibersihkan dan menyisakan lumpur tebal. MAULANA MAHARDHIKAKondisi Teluk Jakarta usai dibersihkan di Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (24/3/2018). Sampah plastik yang sebelumnya menumpuk, kini sudah dibersihkan dan menyisakan lumpur tebal.

KOMPAS.com – Teluk Jakarta disebut-sebut tercemar parasetamol. 

Parasetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit punggung, nyeri haid, sakit gigi, badan ngilu, nyeri otot, dan sakit setelah operasi.

Selain itu, parasetamol juga digunakan untuk menurunkan demam serta membantu mengatasi pilek dan flu. 

Baca juga: Limbah di Teluk Jakarta Mengandung Parasetamol

Riset di jurnal sciencedirect.com

Ramai soal Teluk Jakarta mengandung parasetamol kali pertama dimuat dalam laman jurnal sciencedirect.com.

Artikel itu berjudulKonsentrasi Tinggi Parasetamol dalam Limbah yang Mendominasi Perairan Teluk Jakarta, Indonesia”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait temuan tersebut, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana mengusut sumber pencemaran yang menyebabkan Teluk Jakarta tersebut mengandung parasetamol.

"Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya,” ujar Yogi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (1/10/2021).

Dugaan penyebab

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/10/2021), para peneliti LIPI menyebutkan, terdapat tiga kemungkinan sumber pencemaran parasetamol di Teluk Jakarta.

Dugaan tersebut yakni berasal dari konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit, serta industri farmasi.

Terkait dugaan pencemaran dari konsumsi masyarakat yang berlebihan ini bisa bersumber dari tingginya angka penduduk di Jakarta dan bebasnya peredaran obat yang dijual tanpa resep dokter.

Selain itu, rumah sakit dan industri farmasi bisa berpotensi sebagai sumber pencemaran apabila tidak memiliki sistem pengelolaan air limbah yang optimal.

Hal itu bisa menyebabkan sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke perairan, mengalir ke sungai dan akhirnya menuju laut.

Baca juga: Dua Kemungkinan Asal Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.