Kompas.com - 18/09/2021, 17:10 WIB
TNI Angkatan Laut mengamankan kapal ikan berbendera Vietnam yang diduga tengah melalukan penangkapan ilkan secara ilegal di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Rabu (11/8/2021). Dispen Koarmada ITNI Angkatan Laut mengamankan kapal ikan berbendera Vietnam yang diduga tengah melalukan penangkapan ilkan secara ilegal di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Rabu (11/8/2021).

KOMPAS.com - Ramai soal Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menyebut terdapat ratusan bahkan ribuan kapal asing di Natuna, perairan Indonesia.

Pernyataan mengenai ribuan kapal asing di perairan Indonesia ini bermula dari pernyataan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksda S Irawan saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I DPR, Senin (13/9/2021).

"Kalau kita lihat di pantauan radar atau pantauan dari Puskodal kami, sampai saat ini di daerah overlapping itu masih ada 6 kapal-kapal Vietnam, pantauan radar, termasuk kapal-kapal coast guard China," kata Irawan.

"Begitu dilihat kasat mata ataupun langsung pengamatan udara, itu bahkan sampai ratusan, mungkin ribuan kapal yang ada di sana," lanjut dia.

Pengamat militer pun mempertanyakan pernyataan Bakamla tersebut. Menurut pengamat, perlu ada penjelasan lebih lanjut dari Bakamla mengenai hal tersebut.

Baca juga: Ramai soal Kapal Perang China di Laut Natuna, Ini Respons TNI AL

Tanggapan pengamat militer

Terkait pernyataan Bakamla tersebut, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSS), Khairul Fahmi mengatakan bahwa perlu ada kejelasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keberadaan kapal asing di laut Natuna perlu dibedakan, antara yang memang menerobos batas teritori atau yang sekedar beraktivitas.

"Kalau dikatakan bahwa ribuan kapal asing berada di laut Natuna Utara, saya kira tidak. Tapi kalau tercatat beraktivitas, itu mungkin saja," tutur Fahmi kepada Kompas.com, Sabtu (18/9/2021).

Adapun aktivitas kapal yang dimaksud juga perlu lebih detail lagi. Terutama terkait kurun waktu dan legalitasnya sesuai ketentuan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Artinya ribuan kapal itu tidak dalam waktu yang sama. Namun informasi itupun perlu diperjelas. Misalnya, catatan itu pada periode atau kurun waktu kapan. Di kawasan perairan mana mereka beraktivitas, apakah di ZEE atau di perairan teritorial, lalu aktivitas itu legal atau ilegal," terang Khairul.

Baca juga: Butuh 17 Juta Tahun untuk Memainkan Game T-Rex Google Chrome

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.