Kompas.com - 28/08/2021, 10:31 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan dan penyintas Covid-19 mengikuti upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di RSI Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (17/8/2021). RSI Banjarnegara menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diikuti tenaga kesehatan dan penyintas Covid-19 dengan menggunakan APD untuk menghormati jasa mereka yang telah gugur dan memberikan semangat kepada rekan sejawat yang masih berjuang menangani pandemi. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIASejumlah tenaga kesehatan dan penyintas Covid-19 mengikuti upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di RSI Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (17/8/2021). RSI Banjarnegara menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diikuti tenaga kesehatan dan penyintas Covid-19 dengan menggunakan APD untuk menghormati jasa mereka yang telah gugur dan memberikan semangat kepada rekan sejawat yang masih berjuang menangani pandemi.

KOMPAS.com - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menuturkan, Indonesia berpotensi mengalami pandemi Covid-19 dalam waktu yang lama.

Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografi dan demografi Indonesia.

"Bisa saja di masing-masing negara ada kasus yang bertahan, tetapi sedikit dapat dimitigasi dengan baik risikonya," kata Hermawan, dikutip dari Antara, Kamis (26/8/2021).

"Tetapi bisa jadi juga di beberapa negara akan ada kasus yang tetap tinggi, walaupun WHO sudah mencabut status pandemi," sambungnya.

Tak hanya endemi, Hermawan bahkan menyebut Indonesia akan mengalami hiperendemi.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Covid-19 Akan Jadi Endemi, Apa Artinya?

Lantas, apa yang dimaksud dengan hiperendemi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, hiperendemi merujuk pada kehadiran wabah secara terus-menerus dalam satu wilayah.

Tak hanya itu, wilayah disebut mengalami hiperendemi ketika suatu wabah atau penyakit dengan kasus yang sangat banyak dan mudah terdeteksi di populasi.

"Ada juga yang mengistilahkan hiperendemi sebagai satu penyakit yang hampir sama di setiap populasi usia," kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Ramai soal Covid-22, Benarkah Lebih Berbahaya daripada Covid-19?

Terjadi peningkatan kasus

Dalam kaitannya dengan Covid-19, Dicky menyebut endemi bisa berubah menjadi hiperendemi ketika terjadi peningkatan kasus.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.