Kompas.com - 31/07/2021, 07:31 WIB
Pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal memasang bendera putih, Selasa (27/7/2021) sore. Kompas.com/Tresno SetiadiPedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal memasang bendera putih, Selasa (27/7/2021) sore.
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Simak sejarah bendera putih sebagai simbol menyerah setelah bendera ini digunakan para pedagang dan pengusaha di sejumlah daerah.

Pasca-pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) baik darurat maupun level 4, banyak pengusaha di sejumlah daerah memasang bendera putih.

Sebagian dari mereka memasang bendera putih sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena sejak penerapan PPKM, bisnis mereka sepi.

Sebagian lagi memasang bendera putih sebagai tanda menyerah atas kebijakan PPKM yang digulirkan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Bendera Putih Berkibar di Malioboro, Pedagang: Bukan Protes, Kami Menyerah...

Pengusaha dan warga yang memasang bendera putih itu tersebar di sejumlah daerah.

Misalnya di Malioboro, Yogyakarta, para pedagang memasang bendera putih sebagai tanda menyerah karena PPKM menyebabkan dagangan mereka sepi dan ekonomi lumpuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, di Jawa Barat sebanyak 600 restoran dan 500 hotel juga mengibarkan bendera putih. Selain tanda menyerah, pengibaran bendera merah putih ini juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai tidak peduli.

Sejarah bendera putih

Bendera putih sebagai tanda menyerah pertama kali digunakan pada era Dinasti Han Timur pada 25 hingga 220 sebelum masehi.

Namun sejarawan Cornelius Tacitus menyebutkan bahwa bendera putih sebagai tanda menyerah digunakan pada 109 sebelum masehi pada Kerajaan Romawi.

Sebelum masa itu, pasukan Romawi mengangkat jirah mereka sebagai tanda menyerah dalam setiap peperangan.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.