Bloomberg: Indonesia Posisi Terbawah Ketahanan Covid-19 Periode Juli

Kompas.com - 30/07/2021, 08:39 WIB
Foto udara petugas pemulasaraan berada di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif COVID-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATFoto udara petugas pemulasaraan berada di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif COVID-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KOMPAS.com - Media Amerika Serikat Bloomberg merilis peringkat negara tempat terbaik dan terburuk selama pandemi Covid-19 pada Juli 2021.

Dalam laporan Peringkat Ketahanan Covid-19 yang dirilis Rabu (28/7/2021), Bloomberg menempatkan Norwegia sebagai negara terbaik di era Covid-19 Juli.

Hal itu setelah negara tersebut memvaksin hampir setengah populasinya dan mulai membuka perbatasan.

Norwegia juga kini semakin dekat dengan kehidupan seperti pra-pandemi. Sebanyak 7.000 orang dapat menghadiri acara di luar ruangan.

Namun, varian Delta mengintai negara itu dan menyumbang 58 persen kasus konfirmasi Covid-19.

Swiss menempati urutan kedua karena rendahnya angka kematian, disusul Selandia Baru di posisi ketiga.

Baca juga: Update Corona 30 Juli: 5 Negara Kasus Terbanyak | Covid-19 Melonjak, RS di Thailand Kekurangan Tempat Tidur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pergeseran peringkat pada Juli mencerminkan ketegangan antara pembukaan kembali setelah upaya vaksinasi dan menyebarnya varian baru yang lebih menular.

Amerika Serikat di posisi lima, setelah sebelumnya menempati negara dengan tempat terbaik selama Covid-19.

Lonjakan kasus yang dipicu oleh varian Delta memicu pembatasan baru di beberapa negara bagian.

Inggris yang merosot 16 peringkat menjadi urutan 25 juga menghadapi dilema itu, dengan lonjakan kasus tertinggi di dunia.

Meskipun kematian sejauh ini tetap rendah berkat penetrasi vaksin yang tinggi, kebangkitan kembali telah merusak kepercayaan.

Baca juga: Kasus Kematian Harian di Indonesia Terbanyak di Dunia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.