Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Corona 30 Juli: 5 Negara Kasus Terbanyak | Covid-19 Melonjak, RS di Thailand Kekurangan Tempat Tidur

Kompas.com - 30/07/2021, 07:47 WIB
Mela Arnani,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Update virus corona Covid-19 di dunia melansir Worldometers pada Jumat (30/7/2021) pukul 06.00 WIB, virus penyebab Covid-19 telah menginfeksi 197.286.166 orang secara global.

Dari jumlah tersebut, 178.476.814 kasus telah dinyatakan sembuh dan virus menewaskan 4.212.659 orang di seluruh dunia.

Sejauh ini, berikut lima negara dengan kasus infeksi terbanyak:

1. Amerika Serikat: 35.569.047 kasus, 29.624.433 sembuh, 628.434 kasus meninggal. 

2. India: 31.571.295 kasus, 30.736.241 sembuh, 423.244 meninggal. 

3. Brasil: 19.839.369 kasus, 18.569.991 pulih, 554.497 meninggal. 

4. Rusia: 6.218.502 kasus, 5.568.363 sembuh, 156.977 meninggal. 

5. Perancis: 6.079.239 kasus, 5.691.952 sembuh, 111.764 meninggal. 

Baca juga: [POPULER TREN] Cara Download Sertifikat Vaksin | Video Viral Kakek Gowes 15 Km untuk Ikut Vaksinasi

Indonesia

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini berjumlah 3.331.206 kasus setelah sebeulmnya terdapat 43.479 kasus baru pada Kamis (29/7/2021). 

Jumlah korban meninggal total sebanyak 90.552 orang dengan 1.893 korban meninggal dalam sehari. 

Sementara pasien sembuh dilaporkan sebanyak 2.686.170 orang dan kasus aktif 554.484 orang. 

Jumlah korban meninggal Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia dalam sepekan terakhir menurut Bloomberg. 

Baca juga: UPDATE: Tambah 43.479 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.331.206

 

 

Relawan dari kelompok Saimai Will Survive memakai APD untuk memasang oksigen bagi wanita pasien Covid-19 di Bangkok, Thailand, 23 Juli 2021. Akibat faskes yang kewalahan, warga berinisiatif saling membantu merawat sesama meski harus membahayakan kesehatan sendiri.AP PHOTO/TASSANEE VEJPONGSA Relawan dari kelompok Saimai Will Survive memakai APD untuk memasang oksigen bagi wanita pasien Covid-19 di Bangkok, Thailand, 23 Juli 2021. Akibat faskes yang kewalahan, warga berinisiatif saling membantu merawat sesama meski harus membahayakan kesehatan sendiri.

RS di Thailand kekurangan tempat tidur

Kementerian Kesehatan Thailand membunyikan alarm atas kurangnya tempat tidur rumah sakit dan fasilitas isolasi di Bangkok.

Hal ini disampaikan pada Kamis (29/7/2021), saat kasus dan kematian Covid-19 melonjak ke rekor baru dengan 17.669 kasus baru dan 165 kematian baru pada Kamis.

“Saya berbicara terus terang (bahwa) kami tidak memiliki cukup tempat tidur di rumah sakit," kata Direktur Jenderal Departemen Layanan Medis Kementerian Kesehatan Somsak Akkasilp seperti dilansir dari CNA, Jumat (30/7/2021).

Di rumah sakit besar, lanjut dia, semua (unit perawatan intensif) terlalu sibuk.

“Mereka (rumah sakit) memiliki 10 tempat tidur ICU, tapi harus menangani 12 kasus ICU,” ujarnya.

Rumah sakit di Bangkok mempunyai kapasitas menangani 1.000 pasien. Namun, infeksi baru yang terjadi telah melampaui jumlah tersebut, yakni 4.000 kasus baru tercatat selama satu hari kemarin.

Sementara itu, pihak berwenang mulai merekomendasikan isolasi mandiri di rumah untuk kasus-kasus yang lebih rigan.

Sejauh ini Thailand telah melaporkan lebih dari 561.000 kasus virus corona dan 4.562 kematian. 

Baca juga: Covid-19 di Thailand Memburuk, ICU Membeludak, RS Kekurangan Ranjang

 

Brasil akan batalkan kontrak vaksin Covid-19 Rusia

Brasil berencana membatalkan kontrak yang ditandatangani pada Maret lalu, untuk 10 juta dosis vaksin virus corona Sputnik V Rusia.

Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga pada Kamis (29/7/2021). 

Menurut Queiroga, langkah tersebut dikarenakan tenggat waktu yang lewat dalam proses pendaftaran dengan regulator kesehatan Brasil Anvisa.

Diberitakan CNA, perjanjian untuk mengimpor 10 juta dosis ditandatangani dengan perusahaan farmasi Brasil Uniao Quimica, yang berencana untuk memproduksi vaksin secara lokal.

Namun, kontrak tersebut memerlukan persetujuan penggunaan darurat oleh Anvisa, sebuah proses yang terhenti karena Uniao Quimica belum memberikan data yang diperlukan tentang vaksin tersebut.

Baca juga: Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Sebanyak 16 pemerintah negara bagian Brasil meminta izin mengimpor vaksin Rusia yang disetujui berdasarkan serangkaian persyaratan yang mencakup pengujian di negara ini.

Anvisa menuturkan, hanya empat negara bagian yang menyetujui persyaratan tersebut.

Selain itu, diumumkan pembatalan definitif kontrak sebesar 1,6 miliar real atau 316 juta dollar AS, untuk 20 juta dosis Covaxin, vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Bharat Biotech India.

Queiroga menuturkan, kontrak tersebut batal demi hukum karena Anvisa belum menyetujui vaksin dan Bharat memutuskan hubungan dengan Precisa Medicamentos, perwakilan dan perantaranya di Brasil.

Sejauh ini Brasil telah melaporkan sekitar 20 juta infeksi Covid-19 dan lebih dari 550.000 kematian terkait sejak pandemi dimulai, meskipun kematian harian telah menurun lebih dari setengahnya sejak mencapai puncaknya pada April.

Negara ini memiliki angka kematian Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kopi atau Teh, Pilihan Minuman Pagi Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

Kopi atau Teh, Pilihan Minuman Pagi Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

Tren
8 Latihan yang Meningkatkan Keseimbangan Tubuh, Salah Satunya Berdiri dengan Jari Kaki

8 Latihan yang Meningkatkan Keseimbangan Tubuh, Salah Satunya Berdiri dengan Jari Kaki

Tren
2 Suplemen yang Memiliki Efek Samping Menaikkan Berat Badan

2 Suplemen yang Memiliki Efek Samping Menaikkan Berat Badan

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 12-13 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 12-13 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 11-12 Mei | Peserta BPJS Kesehatan Bisa Berobat Hanya dengan KTP

[POPULER TREN] Prakiraan Cuaca BMKG 11-12 Mei | Peserta BPJS Kesehatan Bisa Berobat Hanya dengan KTP

Tren
Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tren
Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Tren
Saya Bukan Otak

Saya Bukan Otak

Tren
Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Tren
Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Tren
8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

Tren
Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Tren
Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Tren
7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Tren
Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU 'Self Service', Bagaimana Solusinya?

Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU "Self Service", Bagaimana Solusinya?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com