1 Juta Kasus Baru di Indonesia dalam Waktu Satu Bulan...

Kompas.com - 23/07/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi virus corona di Indonesia(Shutterstock) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi virus corona di Indonesia(Shutterstock)

KOMPAS.com - Kasus infeksi corona di Indonesia terus dilaporkan dan terus mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu terakhir.

Puluhan ribu kasus baru harian masih dilaporkan, dengan terakhir mencapai 49.509 kasus pada Kamis (22/7/2021).

Di media sosial ramai menyoroti kenaikan kasus selama satu bulan ini, yang menembus angka 1 juta.

Benarkah demikian? Berikut datanya:

Baca juga: Gonta-ganti Istilah PSBB, PPKM Mikro, Darurat, hingga Level 4, Apa Bedanya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1 juta kasus dalam sebulan

Melansir informasi dari covid19.go.id, hingga 22 Juli 2021 Indonesia melaporkan 3.033.339 kasus positif Covid-19 secara nasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.392.923 kasus telah sembuh dan kematian yang diakibatkan virus corona sebanyak 79.032 orang.

Saat ini, Indonesia memiliki 561.384 kasus aktif atau yang masih bisa menular.

Adapun kelima provinsi dengan kasus tertinggi pada 22 Juli 2021 sebagai berikut:

  1. Jawa Barat (10.499 kasus baru)
  2. DKI Jakarta (7.058 kasus baru)
  3. Jawa Timur (6.625 kasus baru)
  4. Jawa Tengah (5.371 kasus baru)
  5. Banten (3.333 kasus baru)

Jika menghitung waktu selama satu bulan, maka data yang dibandingkan adalah pada 22 Juni 2021.

Mengutip Kompas.com, 22 Juni 2021, saat itu terdapat 13.668 kasus baru harian dan total infeksi keseluruhan pada waktu tersebut sebanyak 2.018.113 kasus.

Lima provinsi yang mempunyai kasus baru tertinggi yaitu:

  1. Jawa Barat (3.432 kasus baru)
  2. DKI Jakarta (3.221 kasus baru)
  3. Jawa Tengah (2.439 kasus baru)
  4. Jawa Timur (746 kasus baru)
  5. DI Yogyakarta (675 kasus baru)

Sehingga apabila merujuk kedua data tersebut, dari 22 Juni hingga 22 Juli 2021 terdapat penambahan 1.015.226 kasus.

Baca juga: Apa Perbedaan PPKM Level 3 dan 4?

DKI Jakarta paling tinggi

Sementara itu, banyaknya kasus di 34 provinsi hingga 23 Juli 2021 sebagai berikut.

  1. DKI Jakarta (770.487 kasus)
  2. Jawa Barat (547.254 kasus)
  3. Jawa Tengah (338.712 kasus)
  4. Jawa Timur (259.727 kasus)
  5. Kalimantan Timur (101.556 kasus)
  6. Daerah Istimewa Yogyakarta (99.574 kasus)
  7. Banten (97.980 kasus)
  8. Riau (84.850 kasus)
  9. Sulawesi Selatan (74.268 kasus)
  10. Bali (65.257 kasus)
  11. Sumatera Barat (63.771 kasus)
  12. Sumatera Utara (48.240 kasus)
  13. Kalimantan Selatan (41.651 kasus)
  14. Kepulauan Riau (39.205 kasus)
  15. Sumatera Selatan (39.173 kasus)
  16. Nusa Tenggara Timur (31.871 kasus)
  17. Kalimantan Tengah (31.401 kasus)
  18. Lampung (29.943 kasus)
  19. Kepulauan Bangka Belitung (28.151 kasus)
  20. Papua (24.302 kasus)
  21. Kalimantan Barat (22.343 kasus)
  22. Aceh (21.166 kasus)
  23. Sulawesi Utara (20.727 kasus)
  24. Sulawesi Tengah (17.940 kasus)
  25. Nusa Tenggara Barat (17.483 kasus)
  26. Kalimantan Utara (17.365 kasus)
  27. Jambi (17.245 kasus)
  28. Papua Barat (16.688 kasus)
  29. Bengkulu (14.631 kasus)
  30. Sulawesi Tenggara (14.444 kasus)
  31. Maluku (12.671 kasus)
  32. Maluku Utara (8.709 kasus)
  33. Sulawesi Barat (7.335 kasus)
  34. Gorontalo (7.083 kasus)


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.