Alpha, Delta dan Petunjuk Jokowi yang Mengubah Prabowo

Kompas.com - 15/06/2021, 11:09 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menulis dan menerbitkan buku berjudul, Kepemimpinan Militer. Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal (TNI Purn) Prabowo Subianto, Mei 2021. Buku berisi 574 halaman dengan berat lebih dari dua kilogram. Kompas.com/Wisnu NugrohoMenteri Pertahanan Prabowo Subianto menulis dan menerbitkan buku berjudul, Kepemimpinan Militer. Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal (TNI Purn) Prabowo Subianto, Mei 2021. Buku berisi 574 halaman dengan berat lebih dari dua kilogram.

Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan dan imunitas yang terjaga di tengah ancaman kesehatan yang tidak surut karena pandemi. 

Seperti dikhawatirkan sebelumnya, kasus positif Covid-19 meningkat tajam setelah libur lebaran sepanjang Mei 2021 dan berangsur normalnya aktivitas masyarakat. 

Selain peningkatan kasus yang menonjol di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur, lonjakan kasus Covid-19 semakin banyak dilaporkan di berbagai daerah.

Jakarta menunjukkan tren peningkatan kasus yang besar. Jakarta menyumbang jumlah kasus positif cukup besar sehingga angka nasional mendekati angka di awal Januari 2021.

Senin, (14/6/2021), ada penambahan 8.189 kasus baru. Dalam total kasus baru itu, Jakarta menambahkan 2.722 kasus positif atau sepertiganya.

Meskipun sudah diprediksi, lonjakan jumlah kasus ini tetap saja mengkhawatirkan. Makin dekat lingkaran yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah teman kerja, saudara atau anggota keluarga kita sendiri. 

Lonjakan kasus jauh setelah lebaran adalah konfirmasi bahwa bukan lebaran yang menjadi penyebab, tetapi disiplin kita dalam menerapkan protokol kesehatan. Kendor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benar, kadang-kadang kita jenuh. Karena jenuh, kita lengah, abai dan kendor. Karena hal ini, Indonesia dalam ancaman menghadapi dua puncak kasus Covid-19 dalam waktu dekat.

Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2Shutterstock/angellodeco Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2
Puncak pertama diperkirakan terjadi akhir Juni hingga awal Juli 2021. Menurut Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, kondisi memuncak ini diperburuk dengan virus varian Aplha dari Inggris.

Varian Alpha ini membuat angka kesakitan cepat naik dan sekaligus menyebar cepat. Lonjakan kasus akhir-akhir ini didominasi varian Apha.

Puncak kedua akan disebabkan varian Delta yang kemungkinan terjadi pada pertengahan atau akhir Juli. Karena berdekatan, diprediksi akan ada dua puncak kasus Covid-19 di Indonesia.

Varian Delta adalah varian virus corona yang ditemukan di India. Varian ini membawa tingkat kesakitan yang tinggi dan juga kematiannya.

Varian Delta memenuhi kriteria untuk disebut sebagai superstrain yaitu sangat cepat menular, menyebabkan keparahan sehingga menyebabkan banyak orang harus dirawat di rumah sakit.

Dibandingkan varian Aplha, kekuatan varian Delta disebut 2,5 kali lebih berbahaya. Varian Delta bisa menyiasati sistem imunitas mereka yang sudah divaksin. Mereka yang pernah positif dan sembuh bisa tertular lagi varian ini.

Mengingat bahayanya, varian Delta dapat menyebabkan ancaman epidemi di tengah pandemi. Buat kamu yang bingung dan tidak bisa membedakan endemi, epidemi dan pendemi coba klik link infografik ini.

Mengingat ancaman nyata dan makin berbahaya ini, sejumlah aktivitas yang mulai banyak saya lakukan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Semoga demikian juga dengan kamu. Jenuh? Iya! Lelah? Iya. 

Tetapi, protokol kesehatan cukup menyelamatkan. Protokol yang awal-awal kita laksanakan dengan terpaksa, semoga kini sudah menjadi kebiasaan baru.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.