Kompas.com - 10/05/2021, 19:25 WIB
Stasiun KA Pasar Senen, menjadi stasiun paling sibuk untuk memberangkatkan KA ke arah timur. Sejak Kamis (10 Maret 1994), sekitar 4.000 dari 5.000 calon penumpang sudah diberangkatkan. Suasana di dalam kereta ekonomi pun panas dan penuh sesak. Mereka yang tidak kebagian tempat duduk, terpaksa duduk di bawah beralaskan koran dan bersandar pada tas atau barang bawaan yang mereka bawa.  KOMPAS/Moch S HendrowijonoStasiun KA Pasar Senen, menjadi stasiun paling sibuk untuk memberangkatkan KA ke arah timur. Sejak Kamis (10 Maret 1994), sekitar 4.000 dari 5.000 calon penumpang sudah diberangkatkan. Suasana di dalam kereta ekonomi pun panas dan penuh sesak. Mereka yang tidak kebagian tempat duduk, terpaksa duduk di bawah beralaskan koran dan bersandar pada tas atau barang bawaan yang mereka bawa.

KOMPAS.com - Kenangan masa lalu, ada kalanya indah untuk dikenang. Mungkin ada pula yang mengenang pengalaman mudik menggunakan kereta api (KA) ekonomi di masa lalu sebagai kenangan indah.

Ada banyak cerita mudik penumpang KA ekonomi.

Selama puluhan tahun, kereta api telah menjadi salah satu angkutan mudik andalan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran.

Kereta api memang menjadi andalan bagi masyarakat ketika mudik, salah satunya karena harga tiket yang terjangkau.

Baca juga: Nostalgia Idul Fitri: Anda Generasi Kartu Lebaran, SMS, BBM, atau WhatsApp?

Sebelum PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan perbaikan layanan menyeluruh, mudik dengan KA ekonomi identik dengan sederet ketidaknyamanan.

Mulai dari penumpang yang berjejalan, jadwal perjalanan yang seringkali tidak tepat waktu, pedagang asongan yang berjualan di dalam gerbong, hingga risiko dicopet, adalah sederet hal yang harus dihadapi pemudik yang memilih naik KA ekonomi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi semacam itu masih bisa dijumpai hingga setidaknya tahun 2011.

Mudik naik KA ekonomi, dulu...

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno membenarkan bahwa mudik Lebaran dengan KA ekonomi beberapa tahun lalu memang tidak senyaman sekarang.

"Pada saat itu, kondisi keretanya memang begitu. Orang mau masuk kereta saja rebutan. Sistemnya kan belum ada tiket, siapa yang dapat tempat ya siapa yang duluan duduk," kata Djoko saat dihubungi Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Djoko mengatakan, saking banyaknya penumpang yang ingin mudik menggunakan KA ekonomi, toilet yang ada di kereta pun juga ikut diisi penumpang.

"Sudah toiletnya bau, diisi orang lagi," ujar Djoko.

Dia menyebutkan, fenomena penumpang yang masuk ke gerbong lewat jendela juga merupakan hal yang lumrah pada waktu itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Tren
Cara Agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Cara Agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Tren
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Tren
Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Tren
Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Tren
[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

Tren
Mengenang 'Si Anak Pantai' Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang "Si Anak Pantai" Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Tren
Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Tren
Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Tren
Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Tren
Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Tren
Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Tren
Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Tren
Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Tren
komentar
Close Ads X