Cara Mencairkan Insentif Kartu Prakerja

Kompas.com - 26/03/2021, 06:30 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020).

KOMPAS.com - Pendaftaran Kartu Prakerja kini telah memasuki gelombang 16 yang telah dibuka pada Kamis (25/3/2021) pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, sebanyak 600.000 peserta gelombang sebelumnya, telah diumumkan pada Rabu (24/3/2021).

Adapun peserta yang lolos mendapatkan notifikasi melalui SMS atau bisa mengeceknya melalui dashboard akun masing-masing.

Baca juga: Tutorial Beli Pelatihan Prakerja 2021 di 7 Platform Digital

Nantinya, peserta yang lolos akan mendapatkan bantuan berupa biaya pelatihan dan dana insentif.

Biaya pelatihan yang diberikan sebesar Rp 1 juta, yang tidak bisa diuangkan atau diberikan secara non-tunai.

Besaran ini bisa digunakan penerima untuk melakukan pembelian pelatihan di platform yang tersedia.

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 16 Sudah Dibuka, Pendaftar dari Golongan Ini Dipastikan Tak Akan Lolos

Melansir laman Prakerja, terdapat dua jenis insentif, yaitu:

  • Insentif biaya mencari kerja, sebesar Rp 600.000 perbulan selama 4 bulan
  • Insentif pengisian survei evaluasi, sebesar Rp 50.000 per survei.

Uang tersebut bisa dicairkan, berbeda dengan biaya pelatihan yang besarannya Rp 1 juta. Biaya pelatihan hanya bisa digunakan untuk membeli pelatihan yang disediakan mitra Prakerja.

Insentif biaya mencari kerja

Untuk mendapatkan insentif biaya mencari kerja, Anda perlu memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Telah menyelesaikan pelatihan yang ditandai dengan adanya sertifikat
  • Telah memberikan ulasan terhadap Lembaga Pelatihan
  • Telah memberikan penilaian kepada Lembaga Pelatihan di Platform Digital
  • Telah berhasil menyambungkan nomor rekening bank atau e-wallet di akun situs www.prakerja.go.id
  • Nomor rekening bank atau e-wallet yang didaftarkan telah tervalidasi (menggunakan NIK yang sama dengan NIK terdaftar di Kartu Prakerja dan sudah KYC atau akun e-money sudah premium/upgrade) oleh bank/perusahaan e-money terkait.

Jika Anda mengikuti lebih dari satu pelatihan, Insentif biaya mencari kerja hanya diberikan pada saat penyelesaian pelatihan yang pertama. Tidak ada insentif untuk pelatihan kedua dan seterusnya.

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 16 Dibuka, Perhatikan Hal Berikut agar Berpeluang Lolos

Insentif pengisian survei evaluasi

Insentif ini akan diterima jika Anda telah mengisi survei di akun www.prakerja.go.id untuk mengevaluasi efektivitas Program Kartu Prakerja.

Apa saja yang membuat insentif gagal dicairkan?

Insentif Anda bisa gagal dicairkan apabila:

  • Belum mengisi ulasan pada Platform Digital
  • Belum memberikan rating/penilaian pada Platform Digital
  • Nomor rekening atau akun e-wallet yang kamu daftarkan pada Kartu Prakerja tidak aktif
  • Akun e-wallet kamu belum di-upgrade atau melakukan KYC (verifikasi KTP dan swafoto)
  • Data KTP dan swafoto yang didaftarkan pada e-wallet tidak sesuai dengan yang didaftarkan pada akun Kartu Prakerja.

Baca juga: Aturan Baru Kartu Prakerja dan Informasi Penutupan Gelombang 14

Kedua insentif bisa Anda cek di dashboard Prakerja.

Insentif akan diberikan non-tunai dengan cara ditransfer ke rekening bank atau akun e-wallet yang telah didaftarkan.

Untuk mencairkan insentif di rekening bisa dilakukan dengan cara tarik tunai BNI.

Sedangkan bagi Anda yang menggunakan opsi e-wallet, Anda bisa mencairkan uang tersebut dengan transfer ke nomor rekening Anda (selain BNI) lalu mengambilnya dengan cara tarik tunai.

Baca juga: Tak Punya Rekening BNI? Ini Cara Lain Cairkan Insentif Prakerja

OVO

Melansir Kompas.com, 28 April 2020, Head of PR OVO Sinta Setyaningsih menjelaskan transfer dari OVO ke rekening bank dapat dilakukan di aplikasi OVO oleh pengguna OVO premier.

Artinya pengguna OVO biasa perlu meng-upgrade aplikasinya terlebih dahulu ke OVO Premier.

Adapun cara transfer dari OVO ke rekening bank adalah sebagai berikut:

  • Masuk ke aplikasi OVO, lalu pilih menu transfer
  • Pilih bank yang dituju
  • Ketik nomor rekening bank serta nominal yang akan ditransfer.

Sinta juga menjelaskan, untuk transfer real time akan dikenakan biaya Rp 2.500.

Baca juga: Cara Cairkan Saldo Kartu Prakerja lewat GoPay, BNI, OVO, dan LinkAja

GoPay

Melalui laman resmi Gojek diinformasikan bahwa transfer atau kirim saldo GoPay ke rekening bank juga dapat dilakukan.

Untuk bisa melakukan transfer saldo GoPay ke rekening bank, pengguna harus melakukan upgrade akun GoPay terlebih dahulu. Setelah itu pengguna perlu menambahkan akun bank.

Lalu jika sebelumnya sudah menambahkan akun bank, bisa langsung transfer saldo GoPay. Caranya sebagai berikut:

  • Klik Bayar pada menu GoPay.
  • Lalu pilih Ke rekening bank untuk transfer saldo GoPay.
  • Pilih rekening bank tujuan.
  • Masukkan jumlah nominal uang yang akan dikirimkan.
  • Pastikan jumlah transfer atau pengiriman saldo sudah benar. Klik Konfirmasi untuk melanjutkan dan masukkan PIN.
  • Jika transfer atau pengiriman saldo ke rekening bank berhasil, pengguna akan melihat rincian transfer.

Baca juga: Hati-hati Penipuan, Gojek Imbau Pelanggan Tidak Berikan OTP ke Orang Asing

Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengirim Saldo GoPay ke rekening bank:

  • Pastikan sudah upgrade akun GoPay.
  • Pastikan saat memasukkan Nomor Rekening Bank (Bank Account Number), Nama Rekening Pemilik sudah sesuai dengan pemilik rekening yang dituju.
  • Tidak bisa melakukan perubahan data rekening bank utama yang sudah terdaftar.
  • Tidak ada batas maksimum untuk melakukan penarikan saldo GoPay, dan batas minimum penarikan senilai Rp10.000.
  • Biaya administrasi penarikan saldo GoPay adalah Rp2.500.

Melansir laman Gojek, 9 Maret 2021, untuk transfer GoPay ke Bank gratis pada 16-31 Maret 2021.

Promo gratis biaya admin berlaku untuk 4 kali transaksi transfer saldo GoPay ke akun bank, transaksi berikutnya akan dikenakan biaya admin.

Baca juga: Catat, Ini 7 Penyebab Tidak Lolos Kartu Prakerja

LinkAja

Dari e-wallet LinkAja juga bisa transfer ke rekening bank.

Head of Corporate Communication LinkAja Putri Dianita Ruswaldi menjelaskan untuk bisa melakukan transfer perlu upgrade ke layanan full service.

Sementara itu untuk transfer dari LinkAja ke rekening bank caranya:

  • Buka LinkAja lalu pilih menu Kirim Uang
  • Setelah itu pilih menu transfer ke rekening bank
  • Isikan data yang diperlukan.

Mengenai biaya admin, Putri menjelaskan transfer ke Himbara gratis, yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN. Selain bank tersebut dikenakan biaya admin Rp 6.500.

Baca juga: Golongan yang Tidak Bisa Daftar Kartu Prakerja, Apa Saja?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Syarat Dapat Bantuan Rp 10 Juta untuk Alumni Kartu Prakerja

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Terbaru Daerah yang Masuk Zona Merah dan Hijau Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Daftar Terbaru Daerah yang Masuk Zona Merah dan Hijau Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Bansos Tunai Rp 300.000 Diperpanjang hingga Juni 2021, Ini Cara Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Bansos Tunai Rp 300.000 Diperpanjang hingga Juni 2021, Ini Cara Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa 'Menduduki' Gedung DPR/MPR

Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa "Menduduki" Gedung DPR/MPR

Tren
UPDATE Corona 19 Mei: 10 Negara Kasus Tertinggi | Pasien Covid-19 India Dirawat di Bawah Pohon

UPDATE Corona 19 Mei: 10 Negara Kasus Tertinggi | Pasien Covid-19 India Dirawat di Bawah Pohon

Tren
[POPULER TREN] Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong | Formasi CPNS dan PPPK Paling Banyak Dibutuhkan pada 2021

[POPULER TREN] Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong | Formasi CPNS dan PPPK Paling Banyak Dibutuhkan pada 2021

Tren
INFOGRAFIK: Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong

INFOGRAFIK: Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong

Tren
Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Formasi Apa yang Paling Banyak?

Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Formasi Apa yang Paling Banyak?

Tren
Ternyata Begini Cara Astronot Mencuci Rambutnya di Luar Angkasa

Ternyata Begini Cara Astronot Mencuci Rambutnya di Luar Angkasa

Tren
Kajian Kemenkes: 2 Dosis Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Penularan Covid-19 hingga 94 Persen

Kajian Kemenkes: 2 Dosis Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Penularan Covid-19 hingga 94 Persen

Tren
Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Adakah Perubahan di Aplikasi?

Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Adakah Perubahan di Aplikasi?

Tren
Bagaimana Hamas Dapat Menembus Iron Dome Israel?

Bagaimana Hamas Dapat Menembus Iron Dome Israel?

Tren
Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka 31 Mei, Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya

Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka 31 Mei, Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya

Tren
Guru TK Nyaris Bunuh Diri karena Ditagih Pinjol, Ini Standar Penagihan Menurut OJK

Guru TK Nyaris Bunuh Diri karena Ditagih Pinjol, Ini Standar Penagihan Menurut OJK

Tren
Menyiasati Lemak Perut di Usia 40 Tahun ke Atas

Menyiasati Lemak Perut di Usia 40 Tahun ke Atas

Tren
Ini Perbedaan CPNS dan PPPK

Ini Perbedaan CPNS dan PPPK

Tren
komentar
Close Ads X