Kompas.com - 12/02/2021, 06:29 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

Narasi aksi tersebut, yakni memakzulkan Jokowi dan kabinetnya, serta mengembalikan dwifungsi ABRI.

"Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya," kata Remy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

Remy menegaskan, kabar itu awalnya dari pesan berantai yang mengatasnamakan BEM Indonesia dan menyatakan akan melakukan aksi.

Dia menjelaskan kelompok BEM Indonesia bukan bagian dari Aliansi BEM SI.

"Jadi tidak benar adanya BEM SI akan melakukan dan menginisiasi aksi Pemakzulan Pemerintah RI," ujar Remy.

Remy mengatakan, BEM SI menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak konstitusional, serta tidak membenarkan adanya tindakan pemakzulan secara paksa terhadap presiden.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BEM SI, lanjut Remy, juga menolak dwifungsi ABRI yang dianggapnya jauh dari cita-cira reformasi.

"BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia," terang Remy.

Dia meminta masyarakat tidak terpantik dengan hoaks dan informasi yang tidak bertanggung jawab.

"BEM SI mengajak pemerintah dan masyarakat untuk terus bergotong-royong fokus dalam menyelesaikan permasalahan Covid-19," tutup Remy.

Kesimpulan

Dari penelusuran yang dilakukan tim Cek Fakta Kompas.com, informasi yang menyebut BEM SI akan melakukan aksi pemakzulan Presiden Jokowi adalah tidak benar alias hoaks.

Aliansi BEM SI, tidak melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Setelah ditelusuri, nama BEM Indonesia tidak ditemukan.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X