[HOAKS] BEM SI Akan Gelar Demo, Agendanya Pemakzulan Presiden Jokowi

Kompas.com - 12/02/2021, 06:29 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial Facebook, tersebar informasi yang menyebut Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi dengan agenda pemakzulan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Tersebar juga undangan pemakzulan yang diklaim berasal dari BEM Indonesia.

Disebutkan, aksi berupa demonstrasi tersebut digelar pada Jumat (12/2/2021) pukul 13.00 WIB.

Aksi pemakzulan itu disebutkan akan berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta, yakni Tugu Proklamasi, kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), dan Taman Pandang Monumen Nasional (Monas).

Dari konfirmasi yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar

Setelah didalami, informasi dengan klaim BEM Indonesia akan menggelar aksi pemakzulan Presiden Jokowi tersebut tidak hanya disebarkan oleh satu akun Facebook saja.

Penyebar informasi tersebut, di antaranya yakni akun Facebook Ryan, Muhamad Hadi, Abuabdillahhammam Asfarsamsa, dan Tiya Arie.

Link arsip dapat dilihat di sini, sini, dan sini.

"~R E V O L U S I R A K Y A T~

• SALAM WARGA INDONESIA

KAMI ANONIM MENDUKUNG RAKYAT YANG MENGINGINKAN PERUBAHAN.

DEMONTRASI RENCANA PEMAKZULAN PRESIDEN JOKOWI.

Mengingat tindakan rezim jokowi sangat jauh dari harapan rakyat,tidak amanah,penyalahgunaan jabatan,bahkan tidak berkeadilan hukum dalam banyak kasus yang terjadi maka diminta untuk semua rakyat indonesia yang menginginkan perubahan kepemimpinan yang adil agar kiranya bisa merapat pada :

HARI /TANGGAL : JUM'AT,12 Pebruari 2021

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X