IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Tercatat 647 Meninggal

Kompas.com - 28/01/2021, 11:32 WIB
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia.  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia turut merenggut nyawa para petugas kesehatan.

Sejak kasus pertama Covid-19 secara resmi diumumkan di Tanah Air pada Maret tahun lalu, sejauh ini terdapat 647 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19.

Data tersebut berdasarkan rangkuman Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Baca juga: Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia

Petugas medis dan kesehatan yang meninggal dunia terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, 15 tenaga laboratorium medik.

Sementara dokter yang wafat terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar), 123 dokter spesialis (12 guru besar), dan 5 residen yang berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Baca juga: Pasien BPJS Disebutkan Diminta Bayar Obat Rp 229 Juta, Bagaimana Aturan Kemenkes?

Berikut rincian data berdasarkan provinsi:

  • Jawa Timur: 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga laboratorium medik, dan 33 bidan
  • DKI Jakarta: 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, 2 apoteker, 3 tenaga laboratorium medik, dan 7 bidan
  • Jawa Tengah: 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, 3 tenaga laboratorium medik, dan 2 bidan
  • Jawa Barat: 33 dokter, 4 dokter gigi, 27 perawat, 6 apoteker, 1 tenaga laboratorium medik, dan 13 bidan
  • Sumatera Utara: 26 dokter, 1 dokter gigi, 3 perawat, dan 9 bidan
  • Sulawesi Selatan: 18 dokter, 7 perawat, dan 4 bidan
  • Banten: 12 dokter, 2 perawat, dan 4 bidan
  • Bali: 6 dokter, 1 perawat, dan 1 tenaga laboratorium medik
  • DI Aceh: 6 dokter, 2 perawat, 1 tenaga laboratorium medik, dan 1 bidan
  • Kalimantan Timur: 6 dokter dan 4 perawat
  • DI Yogyakarta: 6 dokter, 2 perawat, dan 3 bidan
  • Riau: 6 dokter, 2 perawat, dan 1 bidan
  • Kalimantan Selatan: 5 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat,
  • Sulawesi Utara: 5 dokter, 1 perawat, dan 1 bidan
  • Sumatera Selatan: 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 5 perawat
  • Kepulauan Riau: 3 dokter dan 2 perawat
  • Nusa Tenggara Barat: 2 dokter, 1 perawat, 1 tenaga laboratorium medik, dan 1 bidan
  • Bengkulu: 2 dokter dan 2 bidan
  • Sumatera Barat: 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat
  • Kalimantan Tengah: 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker, dan 2 bidan
  • Lampung: 1 dokter dan 2 perawat
  • Maluku Utara: 1 dokter dan 1 perawat
  • Sulawesi Tenggara: 1 dokter, 2 dokter gigi, dan 1 perawat
  • Sulawesi Tengah: 1 dokter dan 1 perawat
  • Papua Barat: 1 dokter
  • Bangka Belitung: 1 dokter
  • Papua: 2 perawat, 1 bidan
  • Nusa Tenggara Timur: 1 perawat
  • Kalimantan Barat: 1 perawat, 1 apoteker, dan 1 tenaga laboratorium medik
  • Jambi: 1 apoteker
  • DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait: 2 perawat

Serta, terdapat 1 dokter yang masih dalam konfirmasi verifikasi.

Baca juga: [HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Lengkap Membuat SKCK Online

Panduan Lengkap Membuat SKCK Online

Tren
Program Prakerja Ditutup, Bagaimana Tandanya jika Lolos atau Gagal?

Program Prakerja Ditutup, Bagaimana Tandanya jika Lolos atau Gagal?

Tren
Video Viral Malam Ini Akan Ada Fenomena Bulan Purnama Salju, Apa Itu?

Video Viral Malam Ini Akan Ada Fenomena Bulan Purnama Salju, Apa Itu?

Tren
Cara Menggunakan Twitter Space, Disebut Clubhouse Versi Twitter

Cara Menggunakan Twitter Space, Disebut Clubhouse Versi Twitter

Tren
Heboh Warganet Indonesia Disebut Paling Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Heboh Warganet Indonesia Disebut Paling Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Tren
Hati-hati, Jangan Serahkan Data Pribadi ke Orang yang Berkedok Menawarkan Bantuan Pendaftaran Kartu Prakerja

Hati-hati, Jangan Serahkan Data Pribadi ke Orang yang Berkedok Menawarkan Bantuan Pendaftaran Kartu Prakerja

Tren
Ditutup Hari Ini Pukul 12.00 WIB, Berikut Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12

Ditutup Hari Ini Pukul 12.00 WIB, Berikut Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12

Tren
Klik www.prakerja.go.id, Prakerja Gelombang 12 Ditutup Pukul 12.00 WIB

Klik www.prakerja.go.id, Prakerja Gelombang 12 Ditutup Pukul 12.00 WIB

Tren
Update Corona Global 26 Februari: 113,5 Juta Positif | Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Kurangi Gejala hingga 94 Persen

Update Corona Global 26 Februari: 113,5 Juta Positif | Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Kurangi Gejala hingga 94 Persen

Tren
Prakerja Gelombang 12 Ditutup Hari Ini, Simak 6 Hal Berikut Sebelum Mendaftar

Prakerja Gelombang 12 Ditutup Hari Ini, Simak 6 Hal Berikut Sebelum Mendaftar

Tren
Video Viral Penjual Bakso Beranak di Jepang Fasih Berbahasa Jawa, Ternyata Ini Ceritanya

Video Viral Penjual Bakso Beranak di Jepang Fasih Berbahasa Jawa, Ternyata Ini Ceritanya

Tren
3 Hal yang Perlu Diketahui soal Apa Itu Polisi Virtual, dari Tugas hingga Cara Kerja

3 Hal yang Perlu Diketahui soal Apa Itu Polisi Virtual, dari Tugas hingga Cara Kerja

Tren
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Tren
Kartu Prakerja 2021 Dibuka, Apakah 'Alumni' 2020 Bisa Daftar Lagi?

Kartu Prakerja 2021 Dibuka, Apakah "Alumni" 2020 Bisa Daftar Lagi?

Tren
Simak, Ini 5 Tahap yang Harus Dilalui jika Lolos Kartu Prakerja

Simak, Ini 5 Tahap yang Harus Dilalui jika Lolos Kartu Prakerja

Tren
komentar
Close Ads X