[POPULER TREN] Vaksin Sinovac Tak Mungkin Sebabkan Infeksi Covid-19 | 10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia

Kompas.com - 23/01/2021, 05:28 WIB
Populer Tren 23 Januari 2021 screenshootPopuler Tren 23 Januari 2021

KOMPAS.com - Kasus Bupati Sleman Sri Purnomo yang dinyatakan positif Covid-19 seminggu setelah divaksin sempat ramai dibicarakan.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa, penyebab Sri Purnomo terinfeksi Covid-19 bukan karena vaksin Sinovac.

Sebab hampir tak mungkin seseorang terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.

Selain penjelasan Kemenkes soal vaksin Sinovac, berikut ini sejumlah berita Populer Tren sepanjang Jumat (22/1/2021) hingga Sabtu (23/1/2021):

1. Vaksin Sinovac tak mungkin sebabkan infeksi Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin.

Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.

"Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati (inactivivated), jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi," kata Nadia dalam sebuah pernyataan yang diterima Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Ia menjelaskan, waktu antara paparan dan munculnya gejala virus sedang dan tinggi secara alamiah adalah sekitar 5-6 hari.

Selengkapnya dapat dibaca di sini:

Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

2. Indonesia peringkat 16 militer terkuat di dunia

Global Fire Power (GFP) merilis daftar militer terkuat dunia untuk 138 negara pada 2021.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X