Pendekatan Budaya sebagai Alternatif Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 14/12/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

VAKSIN dan virus Corona masih menjadi isu utama di dunia. Hingga saat ini perkembangan kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai angka 70.140.449 kasus.

Alih-alih menunjukkan pelandaian, jumlah kasus covid-19 terus meningkat dan klaster penyebaran baru juga terus bertambah.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan per 13 Desember 2020, pasien positif Covid-19 telah mencapai 617.820 kasus, sebanyak 505.836 orang sembuh dan 18.819 orang meninggal.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan strategi untuk menanggulangi pandemi global ini. Sebagai upaya kuratif pemerintah terus mengerahkan gugus covid dengan melibatkan tenaga medis, tenaga kesehatan, serta relawan covid untuk membantu masyarakat yang terpapar virus ini.

Akan tetapi, di level masyarakat masih banyak kendala. Berbagai survei menunjukkan beberapa persoalan utama yang menghambat pemutusan rantai penyebaran virus antara lain ketidakperdulian masyarakat akan bahaya Covid-19, cara pandang fatalistis hingga alasan faktor ekonomi yang mengharuskan mereka untuk bekerja di situasi pandemi ini.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa Covid 19 bisa memiliki dampak yang sangat besar di banyak aspek kehidupan masyarakat, baik ekonomi, sosial, maupun budaya.

Keberadaan vaksin pun tidak dapat sepenuhnya menjamin bahwa pandemi akan segera berakhir sehingga diperlukan sosialisasi secara masif dan efektif untuk menyerukan kewaspadaan kepada masyarakat akan bahaya dari virus corona ini.

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya mulai dari yang bersifat medis hingga regulasi hukum, kenyataannya kasus covid 19 terus bertambah dan masih banyak ditemukan pelanggaran dan pengabaian protokol kesehatan.

Perubahan budaya

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya medis dan hukum, keduanya tidak akan berjalan secara efektif apabila tidak ada partisipasi aktif dari masyarakat untuk mencegah meluasnya penularan.

Oleh karena itu, secara moral masyarakat harus membangun kesadaran dan tanggung jawab penuh untuk bersama-sama mengakhiri pandemi ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X