Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Fenomena Astronomi Minggu Ini, Ada Puncak Hujan Meteor Leonid

Kompas.com - 16/11/2020, 17:02 WIB
Vina Fadhrotul Mukaromah,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa Lapan) kembali merilis sederet fenomena astronomi yang terjadi pada minggu ketiga bulan November ini.

Fenomena-fenomena tersebut berlangsung pada 16-22 November 2020, mulai dari penampakan pertama bulan sabit muda hingga fase perbani awal.

Informasi ini juga telah disampaikan melalui kanal-kanal resmi Pussainsa Lapan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Sains Antariksa LAPAN (@pussainsa_lapan)

Berikut adalah rincian waktu dan penjelasan dari setiap fenomena astronomi pada minggu ketiga bulan November ini:

1. Bulan sabit muda

Fenomena ini dapat disaksikan pertama kali menggunakan alat bantu optik maupun mata telanjang pada 16 November 2020, yaitu sejak terbenam Matahari pukul 17.47 WIB hingga 19.00 WIB saat Bulan terbenam. 

Jarak toposentrisnya adalah 359.735 km dengan iluminasi 2,27 persen dan lebar sudut 0,75 menit busur.

"Bulan sabit muda kali ini berumur 29,7 jam, elongasi 16,35 derajat dan terbenam dari arah Barat-Barat Daya di konstelasi Ophiuchus," tulis Lapan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2020).

2. Puncak hujan meteor Leonid

Puncak hujan meteor Leonid akan terjadi pada 18 November 2020, yaitu sekitar saat terbit Matahari ketika berada di titik tertinggi (kulminasi).

"Hujan meteor Leonid adalah hujan meteor yang titik radian (titik muncul meteor) berada di Leo," tulis Lapan.

Fenomena ini aktif sejak 6-30 November 2020. 

Hujan meteor Leonid dapat disaksikan sejak pukul 00.30 WIB hingga terbit Matahari pada pukul 05.25 WIB dengan intensitas berkisar 11 meteor per jam (Pulau Rote) hingga 14 meteor per jam (Pulau Weh) untuk wilayah Indonesia.

Adapun ketinggian titik radian saat kulminasi bervariasi mulai 52 derajat (Pulau Rote) hingga 69 derajat (Pulau Weh).

Baca juga: Fenomena Astronomi yang Terjadi Selama Bulan Juli, Catat Tanggalnya!

3. Deklinasi maksimum selatan Bulan

Bulan akan berada pada deklinasi maksimum selatan pada 18 November 2020 pukul 18.27 WIB. 

"Deklinasi maksimum selatan bulan bermakna bulan terletak pada posisi paling selatan dari ekuator langit," jelas Lapan.

Deklinasi maksimum selatan Bulan kali ini adalah 24,9 derajat dengan ketinggian Bulan di Indonesia ketika kulminasi bervariasi antara 59,1 derajat (Pulau Weh) hingga 76,1 derajat (Pulau Rote).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta untuk Hitung Uang Pesangon Pensiunan

Batas Usia Pensiun Karyawan Swasta untuk Hitung Uang Pesangon Pensiunan

Tren
Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

Tren
Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Air Rendaman dan Rebusan untuk Menurunkan Berat Badan, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Tren
Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 27-28 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

[POPULER TREN] Taruna TNI Harus Pakai Seragam ke Mal dan Bioskop? | Apa Tugas Densus 88?

Tren
Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Tren
Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiannya Diikuti Ratusan Orang

Tren
Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Tren
Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Tren
Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Tren
Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Tren
Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Tren
Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Tren
Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Tren
Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com