Per 1 November, Peserta BPJS Kesehatan Perlu Registrasi Ulang, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 31/10/2020, 10:14 WIB
Tangkapan layar poster registrasi ulang BPJS Kesehatan BPJS KesehatanTangkapan layar poster registrasi ulang BPJS Kesehatan

KOMPAS.com - BPJS Kesehatan menggelar Program Registrasi Ulang (GILANG) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) dan Bukan Pekerja (BP).

Hal itu dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi KPK, hasil audit BPKP tahun buku 2018, dan hasil rapat bersama kementerian/lembaga.

BPJS Kesehatan memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan pembaruan data apabila pada kartu KIS belum terisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau sudah terisi namun belum sesuai dengan KTP atau belum terdaftar di Dukcapil Kemendagri.

Hal ini merujuk pada Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa setiap penduduk wajib memiliki NIK.

Selain itu, merujuk Pasal 8 ayat 2 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan bahwa Kartu Indonesia Sehat paling sedikit memuat nama dan nomor identitas peserta yang teregistrasi dengan NIK, kecuali untuk bayi baru lahir.

Baca juga: Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Adapun, registrasi ulang itu bisa dilakukan mulai tanggal 1 November 2020.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan registrasi ulang itu diperlukan karena sebagian data peserta belum dilengkapi dengan NIK.

Dia menjelaskan, apabila peserta BPJS Kesehatan tidak melakukan registrasi ulang, maka kartunya akan dinonaktifkan sementara.

"Kartunya sementara belum bisa digunakan. Harus di-update KK/KTP," kata Iqbal pada Kompas.com, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Optimalkan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Gandeng PT Telkom

Siapa yang perlu registrasi ulang?

Menurut Iqbal tidak semua peserta BPJS Kesehatan registrasi ulang, tapi hanya peserta JKN-KIS segmen PPU PN dan BP yang belum ada data NIK-nya.

"Jumlahnya (yang perlu registrasi) tidak banyak. Jika bisa menunjukkan e-KTP untuk update, langsung aktif saat itu," ujarnya.

Sebelum melakukan registrasi ulang, peserta JKN-KIS dapat mengecek status kepesertaannya melalui:

  • Aplikasi Mobile JKN
  • Layanan informasi Whatsapp (CHIKA) di nomor 08118750400
  • BPJS Kesehatan Care Center 1500 400
  • Petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit
  • Aplikasi JAGA KPK

Jika pada saat dicek status kepesertaannya muncul notifikasi registrasi ulang, maka peserta harus melakukan pembaruan data NIK.

Baca juga: Indeks Kepuasan atas BPJS Kesehatan Capai Skor 84 Persen

Cara registrasi ulang

Adapun, cara registrasi ulang antara lain menghubungi:

  • Kantor cabang melalui layanan administrasi dengan WA (Pandawa) dengan menu pengaktifan kembali kartu
  • Petugas BPJS SATU! di RS
  • BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

Iqbal mengatakan peserta BPJS hanya perlu menyiapkan foto KTP/KK dan kartu peserta (KIS).

"Jika sudah melaporkan pembaruan data, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dalam waktu maksimal 1x24 jam,” kata Iqbal.

Dia mengatakan program ini bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti PWRI, PEPABRI, TASPEN, dan ASABRI untuk ikut mendorong pesertanya mengecek status kepesertaan JKN-KIS dan melakukan registrasi ulang bagi yang dinonaktifkan sementara.

Diharapkan dengan adanya internalisasi dan sosialisasi yang efektif, para peserta JKN-KIS PPU PN dan BP yang dinonaktifkan sementara dapat memanfaatkan kemudahan registrasi ulang melalui Program GILANG dari BPJS Kesehatan.

Baca juga: Tetap Buka Layanan Tatap Muka, BPJS Kesehatan Perketat Protokol Kesehatan di Kantor Cabang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuota Gratis Kemendikbud Cair Pagi Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Kuota Gratis Kemendikbud Cair Pagi Ini, Berikut Cara Cek, Syarat, hingga Kuota yang Didapatkan

Tren
Seleksi Dibuka Mei 2021, Ini Kategori yang Berhak Mendaftar PPPK Guru

Seleksi Dibuka Mei 2021, Ini Kategori yang Berhak Mendaftar PPPK Guru

Tren
Sore Ini Sidang Isbat Idul Fitri 2021, Ini Link Live Streaming-nya!

Sore Ini Sidang Isbat Idul Fitri 2021, Ini Link Live Streaming-nya!

Tren
[POPULER TREN] Jadwal Operasional Pos Indonesia, SiCepat, dan JNE Selama Libur Lebaran 2021 | Video Viral Rombongan Mudik Jokowi

[POPULER TREN] Jadwal Operasional Pos Indonesia, SiCepat, dan JNE Selama Libur Lebaran 2021 | Video Viral Rombongan Mudik Jokowi

Tren
Besok Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2021, Ini Link Live Streaming dan Tahapannya

Besok Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2021, Ini Link Live Streaming dan Tahapannya

Tren
Mengenang Rachel Corrie, Pejuang Palestina yang Tewas Dilindas Buldoser Israel

Mengenang Rachel Corrie, Pejuang Palestina yang Tewas Dilindas Buldoser Israel

Tren
5 Perpustakaan Terbesar dan Termegah di Dunia

5 Perpustakaan Terbesar dan Termegah di Dunia

Tren
Ingat, Cuti Bersama Libur Lebaran untuk ASN Hanya 12 Mei 2021

Ingat, Cuti Bersama Libur Lebaran untuk ASN Hanya 12 Mei 2021

Tren
INFOGRAFIK: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Dilarang

INFOGRAFIK: Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi Dilarang

Tren
Mengenal Kanker Getah Bening, Penyakit yang Diderita Randi Bachtiar, Suami Tasya Kamila

Mengenal Kanker Getah Bening, Penyakit yang Diderita Randi Bachtiar, Suami Tasya Kamila

Tren
Mengenang Kembali Mudik Naik KA Ekonomi, Berdesakan hingga Kecopetan...

Mengenang Kembali Mudik Naik KA Ekonomi, Berdesakan hingga Kecopetan...

Tren
Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Bisa untuk Suburkan Tanaman

Jangan Dibuang, Air Cucian Beras Bisa untuk Suburkan Tanaman

Tren
Zakat Fitrah 2021: Besaran, Kriteria Penerima, dan Cara Pembayaran

Zakat Fitrah 2021: Besaran, Kriteria Penerima, dan Cara Pembayaran

Tren
Viral, Video Anak Nyamar Jadi Pembeli di Warung, Kejutkan Orangtua Usai 3 Tahun Tak Pulang

Viral, Video Anak Nyamar Jadi Pembeli di Warung, Kejutkan Orangtua Usai 3 Tahun Tak Pulang

Tren
Arab Saudi Akan Gelar Lagi Ibadah Haji 2021, Berikut Peraturannya

Arab Saudi Akan Gelar Lagi Ibadah Haji 2021, Berikut Peraturannya

Tren
komentar
Close Ads X