Penderita Down Syndrome Disebutkan Lebih Berisiko Alami Kematian jika Terkena Covid-19, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 27/10/2020, 07:31 WIB
Pengunjung diukur suhu tubuhnya sebelum masuk Jakarta Aquarium untuk menaati protokol kesehatan Covid-19. Dokumentasi Jakarta AquariumPengunjung diukur suhu tubuhnya sebelum masuk Jakarta Aquarium untuk menaati protokol kesehatan Covid-19.

KOMPAS.com – Sebuah studi baru menyebutkan seseorang dengan down syndrome memiliki empat kali lipat risiko rawat inap apabila terkena Covid-19.

Penelitian yang terbit pada Kamis (22/10/2020) itu juga menyebutkan, kondisi down syndrome memiliki risiko 10 kali lipat mengalami kematian dibandingkan mereka yang tidak.

Analisis tersebut terbit di Jurnal Annals of Internal Medicine sebagaimana dikutip dari CNN, 23 Oktober 2020.

Baca juga: 10 Mitos tentang Virus Corona Penyebab Covid-19, Masihkah Anda Percaya?

Studi ini didasarkan dari sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 8 juta orang dewasa yang merupakan bagian dari proyek penilaian risiko virus corona yang disponsori pemerintah Inggris.

Dari 8,26 juta orang studi tersebut sebanyak 4.053 orang menderita down syndrom.

Dari jumlah tersebut, sebagaimana diberitakan CNN, 68 orang penyandang disabilitas ini meninggal dan 40 persen meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Ratu Elizabeth Buka Lowongan ART Magang Bergaji Rp 367 Juta, Ini Syaratnya...

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X