Memetik Hikmah di Balik Prahara Corona

Kompas.com - 16/10/2020, 10:42 WIB
Warga melintas di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di Petamburan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarWarga melintas di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di Petamburan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.


DI balik prahara ada hikmah. Maka pada prahara Corona yang sangat mengerikan akibat merusak kesehatan bahkan mencabut nyawa manusia sehingga membawa duka bagi sanak-keluarga yang ditinggalkan, sebenarnya Sang Maha Pencipta menghadirkan hikmah yang bisa dipetik oleh manusia untuk dipersembahkan sebagai perihal positif dan konstruktif bagi sesama manusia.

Kesadaran

Misalnya hikmah kesadaran atas kenyataan bahwa Covid-19 tidak pandang bulu dalam mengumbar angkara-murka bahwa pada hakikatnya manusia wajib senantiasa eling lan waspodo serta ojo dumeh agar tidak adigang, adigung, sombong, takabur, lupa daratan, mabuk harta, mabuk kekuasaan meniru kacang lupa kulitnya sehingga mengumbar angkara murka merusak alam dan menyengsarakan sesama manusia.

Kesadaran bahwa hidup sekadar mampir ngombe alias singgah untuk sejenak minum maka sebaiknya manusia jangan sibuk melakukan tanasafud dunya bersaing melakukan keburukan namun lebih baik gigih menunaikan fastabiqul khoirot bersaing melakukan kebaikan terhadap sesama manusia.

Hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta perlu dilengkapi jalinan hubungan horizontal manusia dengan sesama manusia.

Sosio-ekonomi

Bukan hanya hikmah spiritual yang bisa dipetik di balik pagebluk Corona namun juga hikmah duniawi.

Akibat dipaksa karantina diri di rumah masing-masing maka manusia memperoleh hikmah lebih banyak waktu untuk mengembangkan bakat masing-masing yang semula terpendam semisal bercocok tanam hidroponik, lebih banyak membaca buku, e-book, publikasi ilmiah lewat internet, membentuk WAG dengan sesama paham, berkarya seni musik, seni rupa, seni sastra, menulis, merenungi makna hidup, sampai meningkatkan industri rumah tangga didukung bisnis online.

Secara ekonomis tidak semua bidang usaha dirugikan seperti misalnya industri masker, hand-sanitizer, APB, jamu, herbal, obat farmasi, vaksin, gawai dan segenap aksesorinya, industri telekonferensi, webinar, perdagangan virtual, perbankan virtual, perubahan nilai apa yang disebut sebagai uang, pelayanan kesehatan online dan lain sebagainya.

Memang merupakan keniscayaan kemelut malapetaka bahwa senantiasa ada industri yang dirugikan namun ada pula industri yang diuntungkan.

Bahkan industri masker bukan hanya membawa laba namun juga keuntungan berupa kesadaran bijak bahwa menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus juga bermakna menjaga kesehatan sesama manusia.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X