Kasus Infeksi Virus Corona di Thailand Rendah, Apa Penyebabnya?

Kompas.com - 18/07/2020, 10:00 WIB
Pengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat. MLADEN ANTONOV/AFPPengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat.

KOMPAS.com - Di Asia Tenggara, ada beberapa negara yang memiliki kasus Covid-19 rendah. Salah satunya adalah Thailand.

Dilansir Chicago Tribune, Kamis (16/7/2020), Thailand mencatat kurang dari 3.240 kasus dan 58 kematian. Hingga Kamis, belum ada kasus penularan lokal selama sekitar tujuh minggu.

Rendahnya tingkat infeksi di Thailand tampaknya dialami juga oleh negara-negara lain di lembah Sungai Mekong.

Vietnam belum mencatat kematian satupun dan telah melewati sekitar tiga bulan tanpa ada kasus penularan dari masyarakat. Myanmar telah mengkonfirmasi 336 kasus virus, Kamboja 166 dan Laos hanya 19.

Yunnan, provinsi di China barat daya tempat aliran Mekong sebelum berkelok-kelok menuju ke Asia Tenggara, memiliki kurang dari 190 kasus dan tidak ada yang aktif sekarang.

Bagaimana menjelaskan kondisi itu? 

Budaya Thailand

Menurut juru bicara Covid-19 untuk Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand Dr. Taweesin Visanuyothin rendahnya kasus di Thailand bukan soal kekebalan atau genetika, tapi soal budaya.

“Ini ada hubungannya dengan budaya. Orang Thailand tidak memiliki kontak tubuh ketika kita saling menyapa. Ini adalah bagaimana negara-negara di wilayah Mekong juga saling menyapa," ujarnya.

Seperti diketahui, orang Thailand biasanya menyapa orang lain dengan salam wai dan tangannya saling ditutup di dada. Mereka tidak memeluk orang lain untuk menyapa ataupun berjabat tangan.

Genetika

Berbeda pandangan, seorang ahli kesehatan masyarakat di Chulalongkorn University di Bangkok Wiput Phoolcharoen mencatat bahwa lebih dari 90 persen dari mereka yang dites positif ada yang asimptomatik, jauh lebih tinggi daripada biasanya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X