[HOAKS] 1.000 Santri di Kudus Tak Sadarkan Diri Setelah Rapid Test

Kompas.com - 09/07/2020, 12:03 WIB
Hoaks, informasi yang menyebutkan santri pingsan saat menjalani rapid test di Kudus. CNN Indonesia juga menyatakan tak pernah menayangkan berita seperti dicatut dalam tangkapan layar yang beredar. ShutterstockHoaks, informasi yang menyebutkan santri pingsan saat menjalani rapid test di Kudus. CNN Indonesia juga menyatakan tak pernah menayangkan berita seperti dicatut dalam tangkapan layar yang beredar.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

Lebih dari 1.000 Para Santriawan & Santriawati di Kudus dalam keadaan lemah, sebagian tak sadarkan diri, setelah di lakukan Rapid Test Covid-19 oleh Tim Dokter gabungan dari Rs. Indonesia dan Rs. Swasta dari China. Tim Dokter dari China diketuai oleh Lie Kong Nyen, dan dari Indonesia oleh Ringgo Silalahi. Kini ke-2 Tim Dokter tersebut sedang dimintai keterangan
oleh Menteri Kesehatan terkait kejadian tersebut,”

Lantas benarkah hal tersebut?

Konfirmasi Kompas.com

Kompas.com mengonfirmasi informasi ini kepada Redaksi CNN Indonesia, Kamis (9/7/2020). Logo CNN Indonesia dicantumkan dalam tangkapan layar yang beredar dan memuat informasi di atas.

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari menyatakan, CNN Indonesia tak pernah menayangkan berita seperti yang dicatut dalam tangkapan layar yang beredar.

"Gambar tangkapan layar dengan judul "SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI" bukan ditulis/dan atau dibuat oleh tim CNNIndonesia.com dan tak pernah ditampilkan pada situs," kata Titin melalui keterangan tertulis, Kamis pagi.

Titin mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan pembuatan dan peredaran gambar yang dapat menimbulkan keonaran dalam masyarakat dan konotasi negatif terhadap media yang dipimpinnya.

"Saat ini, Tim Hukum kami sedang menyusun langkah-langkah yang harus kami lakukan selanjutnya agar kejadian serupa tidak terulang," kata Titin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui situs resminya juga menyatakan bahwa informasi itu tidak benar.

Foto-foto dalam peristiwa itu adalah kompilasi dari sejumlah foto pemberitaan media nasional yang tak berhubungan dengan narasi yang beredar.

Foto pertama adalah foto dari situs Jawapos.com dengan judul berita "Klaster Temboro Tambah Kasus Positif di Probolinggo Jadi 23 Orang".

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X