Bayi Baru Lahir dari Ibu Positif Corona, CDC: Perlu Dites Covid-19

Kompas.com - 22/05/2020, 07:03 WIB
Bayi yang baru lahir memakai pelindung wajah atau Face Shield di ruangan Perina di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2020). Rumah Sakit Ibu dan Anak Tambak, mulai 12 April membuat kebijakan bahwa bayi yang baru lahir di RS tersebut dipakaikan alat pelindung wajah (face shield), penggunaan pelindung wajah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBayi yang baru lahir memakai pelindung wajah atau Face Shield di ruangan Perina di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2020). Rumah Sakit Ibu dan Anak Tambak, mulai 12 April membuat kebijakan bahwa bayi yang baru lahir di RS tersebut dipakaikan alat pelindung wajah (face shield), penggunaan pelindung wajah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19.

KOMPAS.com - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengeluarkan pedoman baru pada Rabu, 20 Mei 2020.

Dilansir CNN, Kamis (21/5/2020), CDC menetapkan setiap bayi yang baru lahir dari wanita positif atau dicurigai terinfeksi Covid-19 wajib diuji.

Menurut CDC, bayi dicurigai memiliki lebih risiko tinggi berkembang menjadi penyakit yang parah dibandingkan dengan anak dengan usia lebih tua.

Baca juga: CDC Tambahkan 6 Gejala Baru Virus Corona, Apa Saja?

Tapi datanya masih sangat terbatas untuk membuktikan hal itu. Para ilmuwan baru menemukan hal itu pada beberapa kasus.

CDC mengatakan kemungkinan besar bayi tertular virus melalui droplets atau tetesan pernapasan ibu mereka, dari pengasuh, atau pengunjung lainnya.

Ada laporan terbatas bahwa para bayi kemungkinan terpapar virus tepat sebelum atau selama persalinan.

Di AS, karena informasi tentang banyaknya kasus ini masih sedikit, para bayi yang baru lahir dianggap memiliki infeksi.

Sehingga bayi baru lahir harus diisolasi dari bayi sehat lainnya. Mereka juga harus dipisahkan sementara dari ibu mereka untuk mengurangi risiko penularan virus.

Jika hasil tes ibu negatif, CDC mengatakan pemisahan sementara dapat berakhir.

Baca juga: Gejala Baru Virus Corona, Muncul Ruam pada Kaki Pasien Positif Covid-19

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X