Virus Corona Tidak Akan Hilang, Bersiap Melihat Dunia yang Berubah Pasca-pandemi...

Kompas.com - 16/05/2020, 06:33 WIB
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

KOMPAS.com – Wabah virus corona yang menyebar di seluruh dunia selama hampir lima bulan ini telah mengubah banyak hal dalam kehidupan warga di seluruh negara.

Masifnya penyebaran virus penyebab Covid-19 ini membuat WHO akhirnya menetapkan status pandemi global virus corona.

Pemerintah semua negara pun mengambil sejumlah langkah untuk menangani penyebaran virus corona.

Langkah yang diambil di antaranya melakukan pembatasan pergerakan warga dan menutup akses keluar-masuk dari negara lain.

Dampak yang muncul pun mulai dirasakan. Tak hanya terkait dengan kesehatan, tetapi juga ekonomi.

Melansir dari BBC, Jumat (8/5/2020), pengangguran di Amerika Serikat disebutkan mencapai 33,3 juta orang atau sekitar 20 persen dari semua tenaga kerja di AS.

Pengangguran ini terjadi akibat gelombang PHK di AS selama pandemi virus corona.

Di Indonesia pun kondisinya hampir sama. Diberitakan Kompas.com, 2 Mei 2020, Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik mengatakan, berdasarkan data yang ia miliki, jumlah pengangguran sudah bertambah lebih dari 10 juta karena dampak Covid-19.

"Data unemployment dari pemerintah, per hari ini baru 2-3 juta orang. Kenyataannya di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta," ujar Suryani.

Pemerintah mempersiapkan sejumlah skenario untuk penyelamatan ekonomi masyarakat, dengan mempertimbangkan situasi yang tak lagi sama saat wabah virus corona.

Baca juga: WHO Peringatkan, Virus Corona Tidak Akan Hilang Meski Ada Vaksin

WHO: virus corona tak akan pernah hilang

Warga di Ljubljana, Slovenia, mengenakan masker saat berada di tempat publik, 14 Maret 2020.Shutterstock/Erik Cox Warga di Ljubljana, Slovenia, mengenakan masker saat berada di tempat publik, 14 Maret 2020.
Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan solusi penanganan virus corona dari sisi medis.

Para ilmuwan berbagai negara tengah berlomba untuk menemukan vaksin virus, yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X