Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Sebut CT Scan Lebih Efektif untuk Diagnosis Virus Corona daripada Tes Swab

Kompas.com - 18/04/2020, 17:03 WIB
Retia Kartika Dewi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Para ahli di New York berpendapat bahwa CT scan disebut dapat menjadi cara yang lebih baik untuk mendiagnosis virus corona pada seseorang daripada tes swab.

Dilansir dari The Sun, Kamis (16/4/2020), teknologi CT scan secara luas digunakan untuk mendiagnosis kasus-kasus di China di mana para ilmuwan menyebut mereka mampu mendeteksi tanda-tanda Covid-19.

Sebuah laporan terkait tes swab yang dipergunakan pada hidung dan tenggorokan untuk mendeteksi gejala virus corona saat ini mengalami penurunan keefektifan hingga 30 persen dari orang yang terinfeksi.

Kekurangan ini dikenal sebagai "kesalahan negatif".

Baca juga: Kenali Tanda dan Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak-anak

Identifikasi penyakit mematikan

Ruang CT Scan bernuasa kartunBuzzFeed Ruang CT Scan bernuasa kartun

Sementara itu, untuk mengurangi risiko gelombang kedua dan memastikan strategi keluar dari pandemi dapat berlanjut, beberapa dokter menyerukan CT scan dapat digunakan menjadi metode pengujian yang lebih rutin.

Berdasarkan situs web berita berorientasi kesehatan di AS, statnews, CT scan dapat mengidentifikasi bintik-bintik putih yang kabur, bercak-bercak, warna keputihan di paru-paru yang menunjukkan tanda-tanda penyakit mematikan.

Sebuah studi baru-baru ini, yang diterbitkan dalam jurnal Radiology, menemukan bahwa para ilmuwan di China mampu mendeteksi 97 persen infeksi Covid-19 dari CT dada.

Sebagai perbandingan, penelitian ini menemukan bahwa 48 persen pasien yang memiliki hasil negatif pada tes swab sebenarnya memiliki penyakit.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Bilik Swab Ciptaan Dosen UGM

Pola spesifik tanda virus mulai berkembang

Tenaga medis dari Siloam Hospitals Group melakukan uji cepat (rapid test) kepada warga dengan skema drive thru di Jalan Puri Abadi, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2020). Uji cepat ini dilakukan dalam upaya mendukung usaha pemerintah menekan laju penyebaran wabah Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Tenaga medis dari Siloam Hospitals Group melakukan uji cepat (rapid test) kepada warga dengan skema drive thru di Jalan Puri Abadi, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2020). Uji cepat ini dilakukan dalam upaya mendukung usaha pemerintah menekan laju penyebaran wabah Covid-19.

Para dokter dari Sistem Kesehatan Mount Sinai di New York, mengatakan mereka mampu mengidentifikasi pola-pola spesifik di paru-paru sebagai penanda virus ketika mereka berkembang lebih dari dua minggu.

Dokter-dokter yang menganalisis pemindaian paru-paru itu mengungkapkan, tindakan tersebut dapat membantu dengan cepat untuk mendiagnosis Covid-19 dan dimungkinkan dapat juga mendiagnosis sebelum gejala muncul.

Pemimpin penelitian, Dr Adam Bernheim menyampaikan, pemindaian CT scan adalah alat diagnostik yang sangat kuat karena Anda dapat melihat organ bagian dalam secara tiga dimensi.

"Anda juga dapat melihat manifestasi dari banyak penyakit," ujar Bernheim kepada DailyMail.

Namun, Sekolah Tinggi Radiologi Amerika (ACR) telah mendesak dokter untuk hanya menggunakan CT Scan dalam keadaan yang sangat spesifik ketika menilai pasien virus corona.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Berencana Tinggal di Bulan, Apa yang Akan Manusia Makan?

Tren
Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiaannya Diikuti Ratusan Orang

Ustaz Asal Riau Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi, Kajiaannya Diikuti Ratusan Orang

Tren
Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Gratis, Ini 3 Jenis Layanan yang Ditanggung BPJS Kesehatan Sesuai Perpres Terbaru

Tren
Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Respons Kemenkominfo soal Akun Media Sosial Kampus Jadi Sasaran Peretasan Judi Online

Tren
Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Ketahui, Ini 8 Suplemen yang Bisa Sebabkan Sakit Perut

Tren
Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Batu Kuno Ungkap Alasan Bolos Kerja 3.200 Tahun Lalu, Istri Berdarah dan Membalsam Mayat Kerabat

Tren
Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Ditemukan di Testis, Apa Bahaya Mikroplastik bagi Manusia?

Tren
Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Pegi Teriak Fitnah, Ini Fakta Baru Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Tren
Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Ikang Fawzi Antre Layanan di Kantor BPJS Selama 6 Jam, BPJS Kesehatan: Terjadi Gangguan

Tren
Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Beredar Isu Badai Matahari 2025 Hilangkan Akses Internet Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Ahli

Tren
Mengenal Jampidsus, Unsur 'Pemberantas Korupsi' Kejagung yang Diduga Dikuntit Densus 88

Mengenal Jampidsus, Unsur "Pemberantas Korupsi" Kejagung yang Diduga Dikuntit Densus 88

Tren
Starlink dan Literasi Geospasial

Starlink dan Literasi Geospasial

Tren
Saat Pegi Berkali-kali Membantah Telah Bunuh Vina, Sebut Fitnah dan Rela Mati...

Saat Pegi Berkali-kali Membantah Telah Bunuh Vina, Sebut Fitnah dan Rela Mati...

Tren
5 Kasus Besar yang Tengah Ditangani Jampidsus di Tengah Dugaan Penguntitan Densus 88

5 Kasus Besar yang Tengah Ditangani Jampidsus di Tengah Dugaan Penguntitan Densus 88

Tren
Jarang Diketahui, Ini Potensi Manfaat Konsumsi Kunyit Putih Setiap Hari

Jarang Diketahui, Ini Potensi Manfaat Konsumsi Kunyit Putih Setiap Hari

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com