Soal Cairan Disinfektan, dari Penggunaan Bilik, Lama Penyemprotan hingga Bahayanya...

Kompas.com - 01/04/2020, 07:53 WIB
Aktivitas petugas Palang Merah Indonesia (PMI) di gudang darurat untuk penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di samping kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2020). Gudang logistik darurat ini antara lain  menampung 120 unit mobil tangki air yang dimodifikasi menjadi kendaraan penyemprotan disinfektan, peralatan penyemprotan, cairan disinfektan, dan alat pelindung diri (APD) tenaga medis. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas petugas Palang Merah Indonesia (PMI) di gudang darurat untuk penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di samping kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2020). Gudang logistik darurat ini antara lain menampung 120 unit mobil tangki air yang dimodifikasi menjadi kendaraan penyemprotan disinfektan, peralatan penyemprotan, cairan disinfektan, dan alat pelindung diri (APD) tenaga medis.

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona kian meluas. Hingga Rabu (1/4/2020), virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China tersebut telah terkonfirmasi di 201 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus corona jenis baru penyebab Covid-19 telah menjadi pandemi global.

Penyebarannya pun telah sampai di Indonesia. Berbagai hal disarankan sebagai upaya untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Berikut Cara Penggunaan Disinfektan

Selain menjaga jarak dan tidak keluar rumah, kita juga harus menjaga kebersihan baik tubuh maupun lingkungan.

Belakangan ini penggunaan cairan disinfektan marak lantaran disebut dapat membunuh virus corona.

Kendati demikian, WHO melarang cairan disinfektan ini digunakan dengan cara menyemprotkan pada tubuh.

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

Tidak boleh sembarangan

Petugas saat menyemprot disinfektan pada bus di terminal Bondowoso untuk mencegah penularan virus coronaKOMPAS.com/Dokumentasi Polres Bondowoso Petugas saat menyemprot disinfektan pada bus di terminal Bondowoso untuk mencegah penularan virus corona

Peneliti bidang kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Joddy Arya Laksmono menjelaskan penggunaan disinfektan tidak boleh sembarangan.

Salah satu bahan yang sering digunakan untuk campuran dalam membuat cairan disinfektan adalah pemutih pakaian.

Dia menjelaskan sesuai saran WHO sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan seluruh bahan disinfektan dalam satu wadah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X