Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

Kompas.com - 27/02/2020, 20:29 WIB
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko SpOG (K) MARS (tengah) bersama Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP Kariadi Dokter Muchlis Achsan Udji. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIADirektur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko SpOG (K) MARS (tengah) bersama Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP Kariadi Dokter Muchlis Achsan Udji.

10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.

11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.

12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah

Sebagai tambahan, dalam melakukan pemulasaran jenazah pasien yang terinfeksi penyakit airbone petugas selalu menggunakan APD lengkap.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantoro, M.Kes mengatakan, hasil diagnosis akhir menunjukkan pasien yang disebut suspect corona di Kariadi ternyata terjangkit virus H1N1pdm09.

Anung menyebutkan, yang bersangkutan mengalami gagal napas akibat infeksi paru bagian bawah yang diakibatkan oleh virus H1N1pdm09.

Baca juga: Melihat Cara Singapura Menangani Penyebaran Virus Corona...

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X