Laili Roesad, Diplomat Perempuan Pertama Indonesia

Kompas.com - 16/02/2020, 07:06 WIB
Diplomat perempuan Indonesia, Laili Roesad KOMPAS/DUDY SUDIBYODiplomat perempuan Indonesia, Laili Roesad

Kariernya di Departemen Luar Negeri dimulai pada 1949 setelah dibantu oleh kawannya, Mohammad Roem.

Sejak 1952, Laili sering menjadi anggota delegasi Indonesia di sidang umum PBB.

Ia juga pernah menjadi Deputi Wakil Tetap di organisasi dunia itu bersama Soedjarwo Tjondronegoro.

Seperti diberitakan Harian Kompas, 15 Oktober 1978, Laili Roesad menjabat duta besar setelah mengikuti post graduate course tentang hukum internasional di London selama dua tahun.

Laili ditugaskan menjadi Duta Besar Belgia pada 1959-1964 dan Duta Besar Austria pada 1967-1970.

Ia bahkan pernah menerima bintang tanda jasa dari Pemerintah Belgia dan Luxemburg.

Selama kariernya, Laili kerap mengikuti konferensi-konferensi internasional, di antaranya tentang hukum diplomatik, tenaga atom di Winam, dan perundingan mengenai masalah Irian Barat.

Pandangan

Bagi Laili, perempuan harus pandai-pandai menyesuaikan diri dan berhati-hati dalam bertindak.

Sebab, ia sadar betul bahwa dunia ini adalah "dunia kaum pria". Hal-hal yang dianggap wajar dan tak dipergunjingkan jika dilakukan pria, bisa heboh jika yang melakukannya adalah perempuan.

Menurut dia, realitas inilah yang harus dihadapi perempuan sehingga perlu mempersiapkan diri.

Sepanjang hidupnya, Laili memilih independen dalam menjalani kehidupan pribadi. Ia tak pernah memasuki suatu partai politik dan organisasi.

Dalam pandangannya, sulit bagi wanita saat itu untuk menyatukan antara karier dan kedudukan sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga.

"Jika memilih yang satu, maka lainnya terpaksa dikorbankan, jika ia tidak menginginkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Laili.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yang Paling Terdampak Covid-19: Masyarakat Miskin, Rentan Miskin, Pekerja Informal

Yang Paling Terdampak Covid-19: Masyarakat Miskin, Rentan Miskin, Pekerja Informal

Tren
Viral Foto Bukit Alas Bandawasa Bogor, New Normal, dan Imbauan Kemenparekraf...

Viral Foto Bukit Alas Bandawasa Bogor, New Normal, dan Imbauan Kemenparekraf...

Tren
Melihat Dampak di Korea Selatan hingga Perancis Setelah Sekolah Dibuka Kembali...

Melihat Dampak di Korea Selatan hingga Perancis Setelah Sekolah Dibuka Kembali...

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan Zona Hitam Surabaya, Bukan Hitam tetapi Merah Tua

[KLARIFIKASI] Penjelasan Zona Hitam Surabaya, Bukan Hitam tetapi Merah Tua

Tren
INFOGRAFIK: Mengenal Apa Itu Tapera, Peserta, Syarat, dan Besaran Iurannya

INFOGRAFIK: Mengenal Apa Itu Tapera, Peserta, Syarat, dan Besaran Iurannya

Tren
Survei BPS: Kelompok Usia di Bawah 45 Tahun Paling Tidak Taat Imbauan Pencegahan Covid-19

Survei BPS: Kelompok Usia di Bawah 45 Tahun Paling Tidak Taat Imbauan Pencegahan Covid-19

Tren
Warganet Ambyar Saat Kehilangan Paket 2,5GB, Ini Klarifikasi Tri...

Warganet Ambyar Saat Kehilangan Paket 2,5GB, Ini Klarifikasi Tri...

Tren
Pengamat Sebut Tapera Miliki Konsep Bagus, tetapi Pelaksanaannya Sulit

Pengamat Sebut Tapera Miliki Konsep Bagus, tetapi Pelaksanaannya Sulit

Tren
Update Virus Corona Dunia 4 Juni: 6,5 Juta Orang Terinfeksi | WHO Lanjutkan Uji Coba Hidroksiklorokuin

Update Virus Corona Dunia 4 Juni: 6,5 Juta Orang Terinfeksi | WHO Lanjutkan Uji Coba Hidroksiklorokuin

Tren
Mengapa Orang Suka Makanan Pedas?

Mengapa Orang Suka Makanan Pedas?

Tren
Beberapa Hal yang Perlu Diketahui soal Refund Dana Haji 2020

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui soal Refund Dana Haji 2020

Tren
Ini Arti serta Perbedaan antara Rapid Test dan Tes Swab

Ini Arti serta Perbedaan antara Rapid Test dan Tes Swab

Tren
Studi: Penggunaan Masker dan Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Virus Corona

Studi: Penggunaan Masker dan Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Virus Corona

Tren
[POPULER TREN] Apa Itu Zona Hitam di Surabaya? | Daftar Harga BBM Juni 2020

[POPULER TREN] Apa Itu Zona Hitam di Surabaya? | Daftar Harga BBM Juni 2020

Tren
Paus Fransiskus Sebut Tidak Ada Toleransi untuk Tindakan Rasialisme

Paus Fransiskus Sebut Tidak Ada Toleransi untuk Tindakan Rasialisme

Tren
komentar
Close Ads X