Kisah Guru Honorer, Jaminan Kesehatan dan Mimpi Menjadi PNS...

Kompas.com - 09/11/2019, 10:14 WIB
Salah satu guru honorer, Aris Wijayanto, sedang mengajar di SD Negeri Karangsari, Semin, Gunungkidul. Aris Wijayanto untuk Kompas.comSalah satu guru honorer, Aris Wijayanto, sedang mengajar di SD Negeri Karangsari, Semin, Gunungkidul.

KOMPAS.com - Media sosial tengah diramaikan dengan adanya topik mengenai guru honorer yang dianggap belum mendapatkan hak yang pantas untuk memenuhi kebutuhannya.

Pasalnya, guru honorer dikabarkan masih menerima upah relatif rendah, yakni kisaran ratusan ribu per bulannya.

Adapun angka tersebut masih jauh dari batas upah minimum daerah.

Lantas, dengan besaran upah yang kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup, bagaimana harapan dan kisah dari guru honorer ini?

Salah satu guru honorer di SD Negeri Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Aris Wijayanto mengungkapkan kisahnya.

Aris menganggap upah yang diterimanya sebagai guru honorer setiap bulan masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Ia mengatakan bahwa upah yang diterimanya sebagai guru honorer sebesar Rp 700.000 per bulan.

Namun, di balik kasus tersebut, Aris mengaku belum ada kepastian dari pemerintah untuk menjadi ASN.

"Kalau mencukupi jelas belum, yang menyedihkan lagi, kami yang bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun bekerja membantu pemerintah menyukseskan program pendidikan tapi setelah ada kesempatan menjadi ASN malah diberikan orang lain," ujar Aris saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Sepak Terjang Yasonna Laoly, dari Politisi, Menkumham hingga Guru Besar Kriminologi

Aris juga mengenang bahwa saat itu alasan yang disampaikan pemerintah, yakni ASN diterima dengan usia yang sudah di atas 35 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X