Merunut Benih "Perceraian" Nasdem dengan Koalisi Jokowi

Kompas.com - 22/10/2019, 07:00 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat ditemui seusai pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat ditemui seusai pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

KOMPAS.com - Sejak pemilihan presiden 2014 lalu, Partai Nasional Demokrasi ( Nasdem) masuk dalam koalisi Indonesia Kerja untuk memenangkan Jokowi.

Dukungan itu pun berlanjut hingga pemelihan presiden 2019 lalu.

Namun, keharmonisan hubungan Nasdem dengan partai koalisi kini mulai menjadi sorotan. Salah satunya ketika partai Nasdem melempar sinyal untuk bersiap menjadi oposisi.

Berikut benih-benih perceraian Nasdem dengan partai koalisi pendukung Jokowi:

1. Buka peluang mendukung Anies jadi capres 2024

Pada bulan Juli 2019 lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut partainya membuka peluang untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Calon Presiden di tahun 2024 mendatang.

Menurutnya, Anies adalah sosok yang tak hanya dibutuhkan oleh warga Jakarta, tapi juga bangsa Indonesia.

Paloh juga mengaku dirinya mendukung Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Sudah pastilah dukungan. Secara politik, lahiriyah, batiniyah lah dukungan," ucap Paloh, seperti diberitakan Kompas.com (24/7/2019).

Ketika wartawan menanyakan maksud pernyataan tersebut apakah berarti juga Nasdem mendukung Anies di 2024 nanti, Paloh pun menyerahkan semuanya kepada Anies.

"2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat-niat baik harus terjaga asal baik," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X