Kompas.com - 25/09/2019, 05:45 WIB
Mahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).


KOMPAS.comDemo mahasiswa yang terjadi beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa kaum muda selalu memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu, termasuk perkara pemerintahan. Momentum keberhasilan anak muda di Indonesia bisa terlihat pada reformasi 1998 lalu.

Selain memiliki energi meluap-luap, kaum muda dilabeli sebagai kelompok usia yang masih memiliki semangat dan idealisme yang begitu kuat.

Bahkan, dalam teori-teori klasik organisasi kaum muda ini kerap disebut sebagai pembawa agen perubahan atau agent of chance.

Tak heran, sejumlah perubahan besar berhasil dicapai berkat upaya gerakan dan kebulatan suara yang diteriakkan oleh mereka.

Tak hanya di Indonesia, kekuatan kaum muda juga terlihat di berbagai belahan dunia. Salah satu contohnya baru saja terjadi hari kemarin di Amerika Serikat.

Seorang aktivis lingkungan muda asal Swedia bernama Greta Thunberg (16) secara gamblang melakukan pengaduan hukum pada Majelis Umum PBB terkait 5 negara yang dipandangnya melanggar perjanjian tentang emisi gas.

Baca juga: Kronologi Demo Mahasiswa yang Ricuh di DPR, Pedih Gas Air Mata hingga Malam...

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanpa rasa takut, ia dengan yakinnya menyebut saat ini banyak orang mengabaikan kelestarian lingkungan demi kepentingan bisnis dan politik semata. Orang-orang banyak mengaku menaruh peduli, namun semua itu tak ubahnya bualan belaka.

“Kalian telah merenggut mimpiku, masa kecilku dengan omong kosongmu. Kami tidak akan membiarkanmu lari. Di sini, saat ini, kita harus menghentikannya,” kata Greta, Senin (23/9/2019) dikutip dari Forbes.

Laporannya pun diterima oleh Komite PBB dan akan ditindaklanjuti.

Aktivis lingkungan Greta Thunberg (16), asal Swedia, berbicara dalam KTT Perubahan Iklim di Markas PBB, New York, Senin (23/9/2019).AFP / SPENCER PLATT Aktivis lingkungan Greta Thunberg (16), asal Swedia, berbicara dalam KTT Perubahan Iklim di Markas PBB, New York, Senin (23/9/2019).

Keberanian yang sama juga pernah tercermin dari para pemuda dalam negeri ketika bersama-sama meruntuhkan rezim orde baru pada era 98-99 lalu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X