Penjelasan Rektor UMM soal Percakapannya dengan Mahasiswa Terkait Izin Aksi

Kompas.com - 23/09/2019, 11:29 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/7/2016) Kontributor Malang, Andi HartikRektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/7/2016)

“Pada prinsipnya mengemukakan pendapat itu boleh tapi jangan sampai melanggar aturan. Melanggar aturan itu apa? Jadi kalau mengemukakankan pendapat di muka publik itu ada izin, maka harus izin, jangan sampai anarkistis, dan etika beradab,” ujar dia.

Ia mengatakan, aksi dan orasi adalah salah satu bentuk cara mengemukakan pendapat.

“Jadi kalau mau berorasi kan tak ada orang yang melarang. Jadi orang berorasi itu cara mengemukakan pendapat,” kata Fauzan.

Fauzan kembali menekankan, aksi harus disampaikan dengan cara santun dan beradab serta tidak mengganggu kepentingan umum.

Sementara itu, kegiatan perkuliahan di UMM juga berlangsung seperti biasa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X