Ini 7 Tuntutan yang Akan Disampaikan dalam Aksi #GejayanMemanggil

Kompas.com - 23/09/2019, 08:43 WIB
Ajakan aksi damai #GejayanMemanggil yang beredar di media sosial Twitter. Aksi akan berlangsung di 3 titik di Yogyakarta. TwitterAjakan aksi damai #GejayanMemanggil yang beredar di media sosial Twitter. Aksi akan berlangsung di 3 titik di Yogyakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para mahasiswa dan elemen masyarakat di Yogyakarta akan menggelar aksi damai #GejayanMemanggil pada hari ini, Senin (23/9/2019).

Aksi rencananya akan berlangsung pada pukul 13.00 WIB di tiga titik.

Humas aksi, Syahdan Husein, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi, menyebutkan, ada 7 tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi ini.

Isu yang akan disuarakan terkait kondisi politik hukum terkini, dan persoalan lingkungan.

Baca juga: Trending #GejayanMemanggil, Ada Apa di Gejayan Hari Ini?

Apa saja 7 tuntutan itu?

  1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP
  2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merivisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
  3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia
  4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja
  5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria
  6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
  7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Syahdan mengatakan, ada tiga titik kumpul aksi.

Tiga titik itu adalah gerbang utama Kampus Sanata Dharma, pertigaan revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Bunderan Universitas Gadjah Mada.

Peserta aksi akan bergerak menuju ke pertigaan Colombo, Gejayan.

Rencananya, peserta aksi akan mulai berkumpul pada pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Mengenang Moses Gatutkaca dan Peristiwa Gejayan pada 8 Mei 1998..

Ia mengatakan, para peserta aksi tak hanya mahasiswa, tetapi juga elemen masyarakat lainnya.

Syahdan mengatakan, untuk memastikan aksi ini berjalan damai, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X