Kedatangan Portugis di Ternate

Kompas.com - 01/09/2021, 11:00 WIB
Kepulauan Maluku yang dijuluki sebagai The Spicy Island pada 1810. Wikimedia CommonsKepulauan Maluku yang dijuluki sebagai The Spicy Island pada 1810.

KOMPAS.com - Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque berencana membanggun monopoli di nusantara.

Pada 1512, tiga kapal yang dipimpin Kapten Antonio de Abreu dikirim ke Maluku.
Alasan bangsa Portugis ingin menguasai Maluku adalah untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah, khususnya cengkih dan pala.

Dalam perjalanan, salah satu kapal yang memuat perbekalan tenggelam di Madura. Sementara dua lainnya berhasil mendarat di Kepulauan Banda, yang menjadi pusat produksi pala.

Setelah satu kapal lagi tenggelam, sisa armada Antonio de Abreu akhirnya tiba di Ternate pada tahun yang sama.

Disambut baik oleh Raja Ternate

Kedatangan Portugis di Ternate mendapatkan sambutan yang baik Raja Ternate dengan tujuan untuk melawan Tidore.

Bahkan Sultan Aby Lais berjanji akan menyediakan cengkih bagi Portugis setiap tahun, dengan syarat dibangunnya sebuah benteng di Pulau Ternate.

Sultan juga diketahui mengirim sebuah surat kepada Raja Dom Manuel dari Portugal dan kepada Kapitan Malaka dengan permintaan yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengapa Maluku Dijuluki The Spicy Island?

Akan tetapi, hubungan dagang yang tetap baru dapat dirintis oleh Antonio de Brito dengan Sultan Kaicili Abu Hayat, yang saat itu masih belia dan diwakili pengasuhnya, Kaicili Darwis.

Pihak Ternate pun tanpa ragu mengizinkan De Brito untuk mendirikan benteng Portugis pertama di Pulau Ternate bernama Benteng Sao Paulo atau Benteng Gamalama, yang pembangunannya selesai pada 1522.

Portugis berkhianat

Sejak 1522, terjalin suatu hubungan dagang, khususnya cengkih, antara Portugis dan Ternate.
Namun, dalam perkembangannya, timbul konflik di antara kedua belah pihak karena Portugis senantiasa ingin mendominasi Ternate.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manifesto Politik 1925

Manifesto Politik 1925

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda II

Kronologi Agresi Militer Belanda II

Stori
Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Affandi, Maestro Seni Lukis Indonesia

Stori
Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Stori
Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Stori
Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Stori
Asal-usul Syekh Siti Jenar

Asal-usul Syekh Siti Jenar

Stori
Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Stori
Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Stori
Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Stori
Biografi Chairil Anwar, 'Si Binatang Jalang'

Biografi Chairil Anwar, "Si Binatang Jalang"

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda I

Kronologi Agresi Militer Belanda I

Stori
Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.