Robert Wolter Mongisidi: Perjuangan, dan Akhir Hidup

Kompas.com - 04/06/2021, 16:26 WIB
Robert Wolter Mongisidi KompasianaRobert Wolter Mongisidi

Karena terkenal berani, ia pun dirayu dan dibujuk untuk bersedia bekerja sama membantu Belanda. Namun, Robert tidak bersedia. 

Baca juga: Ahmad Dahlan: Kehidupan, Perjuangan, dan Perannya di Muhammadiyah

Setelah sekitar delapan bulan mendekam di penjara, Robert pun dibebaskan.

Namun ia hanya mampu menikmati udara segarnya selama sembilan hari saja, karena Robert kembali ditangkap oleh Belanda. 

Pada 26 Maret 1949, Robert pun diadili oleh pengadilan Belanda. Karena terus menolak tawaran Belanda, Robert pun dituduh mengacau, merampok, membunuh, dan lainnya. 

Ia pun dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. 

Pada 5 September 1949, Robert ditembak mati oleh pengadilan Belanda. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenazahnya kemudian disemayamkan di Makam Pahlawan Makassar pada 10 November 1950. 

Penghargaan

Secara anumerta, Robert dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 6 November 1973. 

Pada 10 November 1973, ia juga mendapat penghargaan tertinggi yaitu Bintang Mahaputra. 

Selain itu, namanya dijadikan nama bandara di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Namanya juga dijadikan sebagai nama kapal angkatan laut Indonesia KRI Wolter Mongisidi. 

Referensi: 

  • HP, Hardjana. (2002). Robert Wolter Mongisidi (Setia Hingga Terakhir di Dalam Keyakinan). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Hasil Kongres Pertama Budi Utomo 1908

Stori
Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Daftar Aktivis yang Diculik dan Hilang Tahun 1997/1998

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Baru

Stori
Asal-usul Syekh Siti Jenar

Asal-usul Syekh Siti Jenar

Stori
Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Pemindahan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno

Stori
Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Campur Tangan VOC di Kerajaan Mataram

Stori
Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Pengaruh Kolonialisme Portugis di Indonesia

Stori
Biografi Chairil Anwar, 'Si Binatang Jalang'

Biografi Chairil Anwar, "Si Binatang Jalang"

Stori
Kronologi Agresi Militer Belanda I

Kronologi Agresi Militer Belanda I

Stori
Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Teori Monokausalitas dan Contoh Kasusnya dalam Sejarah

Stori
Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Penerapan Pancasila pada Masa Orde Lama

Stori
Mengapa VOC Melakukan Politik Adu Domba?

Mengapa VOC Melakukan Politik Adu Domba?

Stori
Asal-usul Ronggeng, Tari Magis dari Jawa

Asal-usul Ronggeng, Tari Magis dari Jawa

Stori
Kalang Obong, Tradisi Membakar Barang Orang Meninggal dari Kendal

Kalang Obong, Tradisi Membakar Barang Orang Meninggal dari Kendal

Stori
Ki Ageng Selo, Legenda Penangkap Petir

Ki Ageng Selo, Legenda Penangkap Petir

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.