Gerakan Non-Blok: Latar Belakang, Pelopor, Tujuan, dan Prinsip

Kompas.com - 03/06/2021, 13:39 WIB
Tiga buah lukisan para pemimpin negara non blok yang dibuat pada tahun 1992 terpajang di ruang pameran Museum Basoeki Abdullah lantai dua, Rabu, (18/02/2015). Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoTiga buah lukisan para pemimpin negara non blok yang dibuat pada tahun 1992 terpajang di ruang pameran Museum Basoeki Abdullah lantai dua, Rabu, (18/02/2015).

KOMPAS.com - Gerakan Non-Blok (GNB) adalah suatu organisasi internasional yang terdiri dari 120 negara yang menganggap diri mereka tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun

Gerakan ini bermula pada 1950-an sebagai upaya beberapa negara untuk menghindari terpolarisasi dunia Perang Dingin.

Berdasarkan prinsip yang disepakati pada Konferensi Bandung 1955, GNB didirikan pada 1961 di Beograd, SR, Serbia, Yugoslavia. 

Hal ini terjadi melalui inisiatif Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Soekarno, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. 

Baca juga: Oemar Said Tjokroaminoto: Kehidupan, Peran, dan Gerakan Islam

Latar Belakang

GNB bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika atau Konferensi Asia-Afrika (KAA), sebuah konferensi yang diadakan di Bandung, tahun 1955.

Konferensi ini dihadiri oleh pemimpin negara dari 29 negara berkembang di Asia-Afrika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konferensi ini mendiskusikan tentang masalah-masalah yang dihadapi negara-negara bekas koloni Barat yang baru saja berkembang. 

Namun KAA saja tidak cukup. Karena ada negara berkembang yang baru merdeka juga, yaitu Yugoslavia yang berada di luar Asia-Afrika.

Maka setelah KAA Bandung, pada 1956 ada pula Deklarasi Brijuni yang digelar di Pulau Brijuni, Yugoslavia.

Deklarasi tersebut ditandatangani Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tugas dan Tujuan Pasukan AFNEI

Tugas dan Tujuan Pasukan AFNEI

Stori
Rumah Sakit pada Masa Peradaban Islam

Rumah Sakit pada Masa Peradaban Islam

Stori
Perlawanan Rakyat Ternate terhadap Spanyol

Perlawanan Rakyat Ternate terhadap Spanyol

Stori
5 Negara yang Menandatangani Deklarasi Berdirinya ASEAN

5 Negara yang Menandatangani Deklarasi Berdirinya ASEAN

Stori
Raja Pakualaman VIII, BRMH Sularso Kunto Suratno

Raja Pakualaman VIII, BRMH Sularso Kunto Suratno

Stori
Inggit Garnasih, Istri Soekarno yang Setia di Masa Sulit

Inggit Garnasih, Istri Soekarno yang Setia di Masa Sulit

Stori
4 Tokoh Pahlawan Asal Lampung

4 Tokoh Pahlawan Asal Lampung

Stori
Multatuli, Penulis Belanda yang Memihak Indonesia

Multatuli, Penulis Belanda yang Memihak Indonesia

Stori
Undang-Undang Agraria 1870: Isi, Tujuan, Pengaruh, dan Pelanggaran

Undang-Undang Agraria 1870: Isi, Tujuan, Pengaruh, dan Pelanggaran

Stori
Hak-Hak Istimewa VOC

Hak-Hak Istimewa VOC

Stori
Mengapa Daendels Dipanggil Pulang ke Belanda?

Mengapa Daendels Dipanggil Pulang ke Belanda?

Stori
Front Barat Perang Dunia I

Front Barat Perang Dunia I

Stori
Bangsa Vedda di Indonesia

Bangsa Vedda di Indonesia

Stori
Proses Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Proses Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Stori
Sejarah Penemuan Tanjung Harapan

Sejarah Penemuan Tanjung Harapan

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.