Robert Wolter Mongisidi: Perjuangan, dan Akhir Hidup

Kompas.com - 04/06/2021, 16:26 WIB
Robert Wolter Mongisidi KompasianaRobert Wolter Mongisidi

Pada 27 Oktober 1945, terjadilah pertempuran di Kota Makassar yang dipimpin oleh Robert. 

Sayangnya, persenjataan yang dimiliki oleh Robert telah kalah modern, sehingga markas di Jongaya berhasil dikuasai musuh. 

Robert bersama para pemuda lain pun tertangkap Belanda. 

Setelah ia dibebaskan, Robert pergi menuju Polombangkeng, selatan Makassar. 

Di sana terdapat markas pejuang yang dipimpin oleh Ranggong Daeng Romo. 

Sejak para pemuda dan pejuang ini bergabung, mereka pun gencar melakukan perlawanan terhadap Belanda. 

Belanda pun merasa sudah tidak aman lagi dan menderita. Dari pertempuran ini, nama Robert menjadi lebih sering terdengar berkat keberanian dan kenekatannya dalam melawan Belanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, Belanda menugaskan polisi rahasia untuk mencari dan menangkapnya. 

Bahkan, Belanda sampai menyelenggarakan sayembara, bahwa bagi siapa saja yang berhasil menangkap Robert hidup atau mati akan diberi hadiah uang yang banyak. 

Penangkapan

Pada Februari 1947, Robert berhasil ditangkap. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.