Komisaris PT LIB Ungkap Nilai Hak Siar Liga 1, Lebih Murah dari Premier League

Kompas.com - 05/02/2020, 15:08 WIB
(Ki-Ka): Hasani Abdulgani (Komisaris PTI LIB), Sonhaji (Komisaris Utama PT LIB), Cucu Soemantri (Direktur Utama PT LIB), Sujarno (Direktur Operasional PT LIB) dalam acara diskusi terbuka PT LIB dan awal media di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (4/2/2020). KOMPAS.com/ M. Hafidz Imaduddin(Ki-Ka): Hasani Abdulgani (Komisaris PTI LIB), Sonhaji (Komisaris Utama PT LIB), Cucu Soemantri (Direktur Utama PT LIB), Sujarno (Direktur Operasional PT LIB) dalam acara diskusi terbuka PT LIB dan awal media di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

KOMPAS.com - Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), Hasani Abdul Gani, membantah nilai hak siar Liga Indonesia lebih mahal daripada Premier League, kasta tertinggi Inggris.

Sebaliknya, Hasani Abdul Gani menungkapkan nilai hak siar liga domestik jauh lebih murah dibanding Liga Inggris.

Melansir dari BolaSport, dia berbicara hal tersebut guna menepis pernyataan dari Helmy Yahya yang menyebutkan harga hak siar Liga Indonesia lebih mahal ketimbang Liga Inggris.

Sebelumnya, Helmy Yahya dipecat oleh Dewan Pengawas TVRI karena sudah membeli program Liga Inggris.

Baca juga: Helmy Yahya: Hak Siar Liga Indonesia Harganya 4 Kali Lipat Liga Inggris

Saat itu Helmy Yahya menyampaikan Liga Inggris sangat murah karena hanya dijual seharga 4 juta dollar atau setara Rp 54 miliar untuk satu pertandingan saja.

Hasani Abdul Gani pun tak sependapat dengan pernyataan Helmy Yahya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan harga hak siar Liga Inggris itu senilai 40 juta dollar atau setara Rp 548 miliar.

"Pak Helmy Yahya itu tidak langsung membeli hak siar Liga Inggris," kata dia dikutip BolaSport.

"TVRI membelinya lewat Mola TV yang harga Liga Inggris itu senilai 40 juta dollar," kata Hasani Abdul Gani.

Baca juga: Panggil 34 Pemain, Shin Tae-yong Akan TC bersama Timnas Senior

"Kalau nilai kompetisi sepak bola Indonesia itu kisaran 12 sampai 13 juta dollar," ungkap dia.

"Sementara TVRI hanya membeli satu pertandingan saja dengan harga 4 juta dollar karena tidak semua disiarkan di sana," ucap Hasani Abdul Gani menjelaskan.

Pernyataan Hasani Abdul Gani hampir sama dengan Direktur Programing TV One, Reva Deddy Utama.

Reva mengatakan harga hak siar Liga Indonesia memang murah dibanding Premier League, tetapi masih lebih mahal ketimbang dengan Bundesliga.

Baca juga: Shin Tae-Yong Sadar atas Beban Jadi Pelatih Timnas Indonesia

"Jadi Liga Inggris itu kompetisi paling mahal. Tapi kalau dikaitkan dengan Liga Jerman, Liga Indonesia paling mahal," kata Reva Deddy Utama dalam pesannya di sebuah grup WhatsApp.

"Liga Jerman hanya 3,5 juta dollar," tandas Reva. (Mochamad Hary Prasetya)


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X