Kompas.com - 29/06/2022, 09:30 WIB

KOMPAS.com - Tiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahannya masing-masing.

Hal ini mendorong terjadinya disparitas atau perbedaan di berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, serta teknologi.

Umumnya disparitas ini tidak berdampak negatif selama bisa diatasi dengan cara yang tepat dan sesuai.

Penyebab terjadinya disparitas di Asia Tenggara

Penyebab utama terjadinya disparitas antarnegara di Asia Tenggara adalah perbedaan:

  1. Potensi sumber daya alam
  2. Kemajuan teknologi
  3. Kepadatan penduduk
  4. Kualitas sumber daya manusia
  5. Kondisi sosial budaya

Terjadinya disparitas antarnegara di Asia Tenggara disebabkan oleh perbedaan kemajuan teknologi yang dimiliki.

Dikutip dari buku Indonesia dan ASEAN: Politik Luar Negeri Pasca-Reformasi (2019) karya Darwis, Asia Tenggara memiliki jumlah penduduk relatif besar dan sumber daya alam yang melimpah.

Baca juga: Singapura, Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang Tidak Memiliki Hasil Tambang

Letak geografisnya yang saling berdekatan menjadi faktor utama mengapa Asia Tenggara memiliki sumber daya yang relatif sama.

Sebagai contoh, beberapa kawasan Asia Tenggara memiliki tanah yang subur sehingga cocok untuk ditanami tumbuhan.

Jika dilihat dari tingkat kepadatan penduduknya juga tidak terlalu berbeda.

Dilansir dari situs Worldometer, rata-rata tingkat kepadatan penduduk di Asia Tenggara mencapai 154 kilometer persegi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Kerukunan, Manfaat, dan Contohnya

Pengertian Kerukunan, Manfaat, dan Contohnya

Skola
Ciri-ciri Masyarakat Sejahtera dan Upaya Membangunnya

Ciri-ciri Masyarakat Sejahtera dan Upaya Membangunnya

Skola
Enzim Katalase: Pengertian dan Fungsinya

Enzim Katalase: Pengertian dan Fungsinya

Skola
Nilai-Nilai Kepemimpinan, Sifat Dasar, dan Ciri-cirinya

Nilai-Nilai Kepemimpinan, Sifat Dasar, dan Ciri-cirinya

Skola
Mengenal Tempat Ibadah Agama-agama di Indonesia

Mengenal Tempat Ibadah Agama-agama di Indonesia

Skola
Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat

Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat

Skola
Mengenal Kitab Suci Agama-agama di Indonesia

Mengenal Kitab Suci Agama-agama di Indonesia

Skola
Bagaimana Tumbuhan Lidah Buaya Menyesuaikan Diri?

Bagaimana Tumbuhan Lidah Buaya Menyesuaikan Diri?

Skola
Peranan Organisme Prokariotik bagi Kehidupan

Peranan Organisme Prokariotik bagi Kehidupan

Skola
Perbedaan antara Leukoplas, Kromoplas, dan Krolopas

Perbedaan antara Leukoplas, Kromoplas, dan Krolopas

Skola
8 Bidang Spesialisasi Akuntansi

8 Bidang Spesialisasi Akuntansi

Skola
Teks Eksposisi Klasifikasi: Pengertian dan Contohnya

Teks Eksposisi Klasifikasi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Pembagian Ilmu Ekonomi: Positif dan Normatif

Pembagian Ilmu Ekonomi: Positif dan Normatif

Skola
Ciri-ciri Teks Negosiasi

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Skola
Fungsi Teks Anekdot Beserta Tujuannya

Fungsi Teks Anekdot Beserta Tujuannya

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.