Kompas.com - 17/05/2022, 10:17 WIB

KOMPAS.comBahan bakar fosil adalah bahan bakar yang paling banyak digunakan manusia. Namun, pembakaran bahan bakar fosil disebut menjadi salah satu faktor pemanasan global.

Mengapa penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan pemanasan global? Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam adalah senyawa hidrokarbon.

Penggunaan bahan bakar fosil berarti pembakaran hidrokarbon melalui reaksi dengan oksigen.

Pembakaran bahan bakar fosil adalah reaksi eksotermik yang melepaskan energi berupa panas, cahaya, dan berbagai gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Baca juga: Bahan Bakar Fosil: Minyak Bumi, Batu Bara, dan Gas Alam

Penggunaan bahan bakar fosil melepaskan gas karbon dioksida

Dilansir dari National Geographic, pembakaran bahan bakar fosil melepaskan karbon dioksida yang memerangkap panas di atmosfer dan menjadikannya kontributor utama pemanasan global serta perubahan iklim.

Penggunaan bahan bakar fosil yang marak sejak revolusi industri, diperkirakan menaikkan sekitar 48 persen konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer.

Karbon dioksida memiliki kemampuan memerangkap panas matahari paling kecil dibanding gas rumah kaca lainnya.

Namun, kenaikan konsentrasi CO2 yang besar menjadikannya gas rumah kaca terbanyak yang menaikkan suhu global bumi.

Baca juga: 6 Gas Rumah Kaca

Penggunaan bahan bakar fosil melepaskan gas metana

Pembakaran bahan bakar fosil juga menghasilkan gas metana. Dilansir dari Scientific American, gas metana adalah gas rumah kaca yang memerangkap panas 86 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.

Sejak revolusi industri, diperkirakan gas metana telah menyumbang sekitar 30 persen dari total pemanasan global.

Selain merupakan gas rumah kaca, metana juga merupakan zat beracun. Diperkirakan, metana bertanggung jawab atas kematian satu juta orang setiap tahunnya.

Baca juga: Mengapa Penggunaan AC Dapat Meningkatkan Pemanasan di Muka Bumi?

Penggunaan bahan bakar fosil melepaskan oksida nitrat

Dilansir dari NASA Global Climate Change, penggunaan bahan bakar fosil juga melepaskan oksida nitrat atau dinitrogen oksida (N2O). Pembakaran bahan bakar fosil hanya menghasilkan sedikit gas dinitrogen oksida.

Namun, dinitrogen oksida adalah gas rumah kaca yang 300 kali lebih kuat memerangkap panas dibanding karbon dioksida. Belum lagi, dinitrogen oksida dapat bertahan hingga 116 tahun di atmosfer bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.