Kompas.com - 05/05/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Kepemilikan entitas induk dapat berubah entah itu meningkat atau menurun. Perubahan ini diakibatkan oleh aktivitas penambahan pembelian saham atau penjualan.

Aktivitas lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan bisa seperti penerbitan tambahan saham atau pembelian saham treasuri oleh entitas anak. 

Dalam buku Akuntansi Keuangan Dasar 2 (1992) oleh Wibowo dan Abu Bakar, Saham treasuri adalah saham yang dapat dipakai untuk saham perseroan jika diterbitkan saat dibayar penuh, telah ditarik kembali oleh perusahaan itu sendiri, dan tidak dapat diterbitkan kembali. 

Entitas induk mengakuisisi saham tambahan dari pihak ketiga

Entitas induk dapat menambahkan kepemilikan atas entitas anak jika sudah mendapatkan pengendalian bagian kepemilikan dan tidak mengubah substansi pengendalian entitas induk.

Menurut PSAK 65 (2014), perubahan dalam bagian kepemilikan induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah transaksi ekuitas. 

Transaksi ekuitas yaitu transaksi yang pemiliknya termasuk ke dalam kapasitas sebagai pemilik. Akibat dari transaksi ini adalah bagian kepemilikan non pengendali akan berkurang.

Disaat ini, entitas induk harus menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan non pengendali. Gunanya penyesuaian tersebut untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifna dalam entitas anak. 

Baca juga: Akuntansi untuk Transaksi menggunakan Valuta Asing

Entitas induk harus mengakui secara langsung perbedaan jumlah yang tercatat dan nilai imbalannya dibayar serta di atribusikan ke pemilik entitas induk.

Contoh soal 

Berikut ini adalah contoh soal entitas induk yang mengakuisisi saham tamabhan dari pihak ketiga: 

PT Indu membeli kepemilikan atas saham PT Anak sebesar 60% yang diperoleh pada 2 Januari 2015. Pada saat itu, PT Induk membayar Rp 420.000.000 yaitu sebesar proporsi nilai aset bersih PT Anak.

Komposisi ekuitas PT Anak saat itu terdiri dari saham biasa dan saldo laba masing-masing senilai Rp 500.000.000 dan Rp 200.000.000.

Pada tanggal 31 Des 2015, PT Induk membeli tamabhan saham PT Anak dai pihak ketiga sebesar 30% dengan membayar Rp 250.000.000. PT Anak melaporkan laba dan mengumumkan deviden selama tahun 2015 masing-masing sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 30.000.000.

Dampak dari kepemilikan pembelian PT Induk meingkat menjadi 90% dan turunnya kepemilikan non penegndali menjadi 10%.

PT Induk menggunakan metode ekuitas atas investasinya pada PT Anak maka PT Induk harus menyesuaikan nilai tercatat menjadi 90% dari aset bersih pada tanggal 31 Desember 2015. 

Penyelesaiannya: 

Nilai awal tahun ditambah laba besih dan dikurang deviden: 

= Rp 700.000.000+ Rp 50.000.000 - Rp 30.000.000

= Rp 720.000.000

Baca juga: Akuntansi Keuangan Menengah: Bahasa Bisnis dan Alokasi Sumber Daya

Perhitungan pencatatan:

((Nilai Aset bersih x % tambahan kepemilikan) - imbalan yang dibayar atas 30% kepemilikan)

= ((Rp 720.000.000 x 30%) - Rp 250.000.000)

= - 34.000.000

Selisih ini hanya bisa diakui dalam ekuitas karena merupakan transaksi ekuitas. Jurnal yang perlu dibuat sebagai berikut: 

Investasi (D)   216.000.000  
Ekuiats (Tambahan modal disetor) (D)   34.000.000  
  Kas (K)   250.000.000

Tambahan modal disetor dicatat PT Induk bukan milik PT Anak sehingga tidak dieliminasi dalam penyusunan lapoa keuangan konsolidasian.

Di dalam transaksi ini tidak ada pengakuan tambahan atas goodwill serta aset dan liabilitas teridentifikasi karena tidak ada perubahan substansi penegndalian. 

Perhitungan Jurnal Eliminasi 

      Kepentingan     
  Rasio PT Induk Nonpenegndali Saham Biasa Saldo Laba
Saldo 2 Jan 2015 60:40 420.000.000 280.000.000 500.000.000 200.000.000
Laba bersih 60:40 30.000.000 20.000.000 - 50.000.000
Dividen 60:40 (18.000.000) (12.000.000) - (30.000.000)
Penambahan   216.000.000 (216.000.000) - -
Saldo 31 Des 2015 90:10 648.000.000 72.000.000 500.000.000 220.000.000

Jurnal Eliminasi

Saham Biasa (D) 500.000.000  
Saldo Laba (D) 200.000.000  
Bagian Laba atas PT Anak (D) 30.000.000  
Bagian Laba Nonpengendali (D) 20.000.000  
            Dividen Diumumkan (K)   30.000.000
            Investasi pada PT Anak (K)   648.000.000
            Non Pengendali (K)   72.000.000

Baca juga: Kombinasi Bisnis Akuntansi Keuangan Lanjutan

Entitas induk menjual sebagian saham ke pihak ketiga

Kepemilikan entitas induk terhadap kepemilikan anak dapat dijual dengan syarat entitas induk sudah memiliki pengendalian. Penjualan kepemilikan ini mengakibatkan substansinya dapat hilang atau tetap ada.

Dalam PSAK 65 (2014), mensyaratkan perubahan dalam bagian kepemilikan induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak tersebut sebagai transaksi ekuitas. 

Contoh soal 

Berikut ini adalah contoh soal entitas induk menjual sebagian saham kepada pihak ketiga: 

PT Induk membeli saham PT Anak sebesar 80% pada 2 Januari 2015. Saat itu PT Induk membayar Rp 560.000.000 yaitu sebesar proporsi nilai aset bersih PT Anak.

Komposisi ekuitas PT Anak saat itu adalah saham biasa dan saldo laba yang masing-masing sebesar Rp 500.000.000 dan Rp 200.000.000. Tanggal 31 Desember 2015, PT Induk menjual sebagian kepemilikan saham PT Anak ke pihak ketiga dengan imbalan Rp 160.000.000.

Akibat penjualan ini kepemilikan PT Induk menjadi 60%. PT Anak melaporkan laba dan mengumumkan deviden selama tahun 2015 masing-masing sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 30.000.000.

Dampak dari pembelian PT Induk adalah meningkatnya kepemilikan nonpengendali menjadi 40%. Jika PT induk menggunakan metode ekuitas atas investasinya maka harus melakukan penyesuaian menjadi 60% dari aset bersih PT anak pada tanggal 31 Desember 2015. 

Baca juga: Akuntansi: Definisi, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Bidangnya

Penyelesaian: 

Nilai awal tahun + Nilai laba bersih - dividen 

= Rp 700.000.000 + Rp 50.000.000 - Rp 30.000.000

= Rp 720.000.000

Perhitungan: 

((Nilai aset bersih PT Anak x % penjualan kepemilikan) - imbalan atas 20%) 

= ((Rp 720.000.000 x 20%) - Rp 160.000.000

= Rp 16.000.000

Jurnal yang harus dibuat sebagai berikut: 

Kas (D)   160.000.000  
  Investasi pada PT Anak (K)   144.000.000
  Ekuitas (K)   16.000.000

Perhitungan jurnal eliminasi 

      Kepentingan    
  Rasio PT Induk Non pengendali Saham Biasa Saldo Laba
Saldo 2 Jan 2015 80:20 560.000.000 140.000.000 500.000.000 200.000.000
Laba Bersih 80:20 40.000.000 10.000.000 - 50.000.000
Dividen 80:20 (24.000.000) (6.000.000) - (30.000.000)
Penjualan   (144.000.000) 144.000.000 - -
Saldo 31 Des 2015 60:40 432.000.000 288.000.000 500.000.000 220.000.000

Jurnal Eliminasi

Saham Biasa (D) 500.000.000  
Saldo Laba (D) 200.000.000  
Bagian Laba atas PT Anak (D) 40.000.000  
Bagian Laba Nonpengendali (D) 10.000.000  
             Dividen Diumumkan (K)   30.000.000
             Investasi pada PT Anak (K)   432.000.000
             Kepentingan Nonpengendali (K)   288.000.000

Baca juga: Proses Akuntansi dan Tujuannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.