Kompas.com - 13/11/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi kenapa manusia tidak punya ekor KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi kenapa manusia tidak punya ekor

KOMPAS.com - Ekor pada hewan berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan membantunya beraktivitas. Hampir semua hewan mempunyai ekor dengan fungsinya masing-masing.

Berbeda dengan hewan, manusia hanya memiliki tulang ekor, namun tidak punya ekor. Mengapa bisa demikian?

Manusia tidak membutuhkan ekor

Melansir dari Science Focus, manusia tidak punya ekor karena tidak memerlukannya. Fungsi utama ekor ialah menjaga keseimbangan tubuh. Sedangkan, manusia sudah memiliki keseimbangan tubuh yang baik.

Jika punya ekor, kondisi ini hanya menyulitkan manusia. Karena pertumbuhan ekor akan memerlukan energi besar. Selain itu, ekor juga membuat manusia lebih mudah ditangkap oleh predator, seperti hewan buas.

Baca juga: Seberapa Cepat Manusia Bisa Berlari?

Mutasi genetik menyebabkan hilangnya ekor pada manusia

Dulunya nenek moyang kita memiliki ekor berukuran kecil. Mereka dapat hidup dengan baik di hutan maupun sabana. Namun, setelah beberapa juta tahun, ekor tersebut perlahan menyusut dan akhirnya menghilang.

Dikutip dari situs Smithsonian Magazine, para peneliti menduga bahwa satu atau dua mutasi genetik mungkin jadi penyebab utama mengapa ekor manusia perlahan menyusut kemudian menghilang.

Untuk mencari tahu hal tersebut, para peneliti membandingkan DNA enam spesies kera tak berekor dengan sembilan spesies kera berekor, guna menemukan mutasi genetik sama yang dimiliki kera dan manusia.

Namun, ternyata kera tidak memilikinya. Tetapi dari hasil penelitian tersebut, peneliti menemukan gen TBXT, dan kemudian menelitinya.

Dalam situs New York Times disebutkan bahwa para ilmuwan melakukan uji coba terhadap tikus yang sebelumnya telah dimasuki gen TBXT. Tujuannya untuk mengetahui keterkaitan mutasi genetik dengan hilangnya ekor pada manusia.

Baca juga: Apa Benar Manusia Punya 7 Kembaran?

Hasilnya beberapa hewan tikus tidak menumbuhkan ekor, dan sebagiannya lagi ada yang menumbuhkan ekor berukuran pendek.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa temuan mutasi TBXT bukanlah menjadi satu-satunya alasan mengapa manusia menumbuhkan tulang ekor, dan bukannya ekor. Karena pasti ada peran gen lain yang bermutasi, dan kemudian membantu menghilangkan ekor pada manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.