Kompas.com - 05/07/2021, 12:13 WIB
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI) freepik.comIlustrasi Artificial Intelligence (AI)

KOMPAS.com – Dalam banyak fiksi ilmiah keberdaan robot humanoid adalah hal yang mengasyikan juga berbahaya.

Robot-robot tersebut memiliki wujud seperti manusia, belum lagi mereka dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan membuat robot bisa berpikiri dan mengambil keputusan layaknya manusia.

Tahukah kamu bahwa kecerdasan buatan bukan hanya sekadar fiksi ilmiah, melainkan sedang dikembangkan di dunia nyata?

Dilansir dari Stanford Computer Science, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas, melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer.

Sehingga artificial intelligence merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, program dan robot untuk “berpikir” secara cerdas layaknya manusia.

Kecerdasan buatan suatu mesin dibuat oleh manusia melalui algoritma pemrograman yang kompleks.

Baca juga: Teknologi Informasi Digital: Pengertian, Lingkup Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

Perkembangan artificial intelligence (AI)

Kemunculan konsep kecerdasan buatan pertama kali ditemukan setelah Perang Dunia II oleh seorang matematikawan dan filsuf muda bernama Alan Turing pada 1947.

Alan turing beraggapan bahwa jika manusia bisa mengolah informasi dan memecahkan masalah juga membuat keputusan dari informasi tersebut, maka mesin juga bisa melakukannya.

Dilansir dari Science in the News, dari kerangka logis tersebut Alan Turing membuat suatu makalah pada 1950 tentang bagaimana membangun mesin cerdas dan cara menguji kecerdasan mereka. Sejak saat itulah artificial intelligent berkembang pesat hingga sekarang.

Saat ini komputer telah menggunakan kecerdasan buatan berdasarkan pemrograman logika. Di mana komputer dapat mengolah stimulasi yang diberikan manusia menjadi suatu keputusan berdasarkan ahli.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Covid-19

Contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Covid-19

Skola
Gagasan dan Fakta dalam Teks Eksposisi

Gagasan dan Fakta dalam Teks Eksposisi

Skola
Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi

Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi

Skola
4 Tahapan Proses Penetrasi Sosial

4 Tahapan Proses Penetrasi Sosial

Skola
Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Dalton

Kelebihan dan Kelemahan Teori Atom Dalton

Skola
Teori Konveksi: Teori Pembentukan Permukaan Bumi

Teori Konveksi: Teori Pembentukan Permukaan Bumi

Skola
Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Skola
Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah

Sejarah Singkat Berdirinya Muhammadiyah

Skola
Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi dan Unsur Fisiknya

Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi dan Unsur Fisiknya

Skola
Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah

Pembagian Urusan Pemerintahan Pusat dan Daerah

Skola
Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

Skola
Terbentuknya Republik Indonesia Serikat

Terbentuknya Republik Indonesia Serikat

Skola
10 Jenis Penggolongan Hukum

10 Jenis Penggolongan Hukum

Skola
 Definisi dan Tujuan Perdagangan Internasional

Definisi dan Tujuan Perdagangan Internasional

Skola
Pembelahan Meiosis dan Tahapannya

Pembelahan Meiosis dan Tahapannya

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.