Kompas.com - 19/05/2021, 11:32 WIB
Perlengkapan senjata sumpit yang dimiliki seorang warga Suku Dayak Kenyah Uma'lung di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur, Rabu (21/6). Senjata sumpit merupakan senjata khas masyarakat Suku Dayak yang digunakan untuk berburu. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc/17.Perlengkapan senjata sumpit yang dimiliki seorang warga Suku Dayak Kenyah Uma'lung di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Timur, Rabu (21/6). Senjata sumpit merupakan senjata khas masyarakat Suku Dayak yang digunakan untuk berburu.

KOMPAS.com - Sumpit merupakan senjata tradisional khas suku Dayak di Pulau Kalimantan. Sumpit juga sering disebut sipet, termasuk dalam salah satu senjata rahasia yang digunakan untuk membunuh musuh secara diam-diam.

Mengutip dalam jurnal The Meaning of Mandau and Sumpit as Weapon Dayak’s Tribe (A Semiotic Approach) (2016) karya Muli Umiaty Noer dan Putri Nurbaizura, sumpit memiliki keuntungan besar karena bisa membunuh jarak jauh.

Keunikan utama dari senjata tradisional khas suku Dayak ini ialah bisa menembak tepat sasaran dengan jarak sejauh 200 meter. Konon katanya, dulu saat masyarakat Dayak melawan penjajah, Belanda lebih takut terkena sumpit dibanding terkena peluru timah.

Alasan utamanya karena sumpit sudah diolesi racun terlebih dahulu, yakni dengan getah pohon ipuh atau iren. Keunikan lain dari senjata sumpit ini adalah bisa mematikan lawan dalam waktu tidak lebih dari 10 menit.

Baca juga: 4 Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Ketika seseorang terkena sumpit, dalam waktu hitungan menit bahkan detik, tubuhnya akan merasa kram dan kemudian meninggal. Maka tidak mengherankan jika banyak orang jauh lebih takut terkena sumpit dibandingkan senjata lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumpit suku dayakwikipedia.org/Tropenmuseum Sumpit suku dayak
Bentuk sumpit

Dalam jurnal Desain Sarana Bawa Olahraga Sumpit (2018) karya Andi Farid Hidayanto, sumpit memiliki ukuran panjang sekitar 1,5 hingga 2 meter dan diameternya berkisar 2 sampai 3 sentimeter.

Bahan utama pembuatan sumpit berasal dari kayu ulin, tampang, lanan, rasak ataupun plepek.

 

Senjata tradisional ini berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengahnya. Lubang ini berfungsi untuk memasukkan anak sumpit yang mirip seperti anak panah.

Baca juga: Keunikan Senjata Tradisional Khas Lampung

Sumpit digunakan dengan cara ditiup. Senjata ini sering digunakan untuk berburu, berperang serta dalam upacara adat Dayak. Menurut kepercayaan warga suku Dayak, sumpit tidak boleh dipakai untuk membunuh kawan atau sesamanya.

Walau begitu, kini di Pulau Kalimantan, sumpit banyak dimanfaatkan dalam pelatihan olahraga. Kurang lebih caranya sama seperti olahraga panahan atau latihan menembak, target yang digunakan berupa kertas dan mereka diharuskan menembaknya menggunakan sumpit.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.