Kompas.com - 04/04/2021, 10:00 WIB
Peta Pulau Jawa maps.google.comPeta Pulau Jawa

KOMPAS.com - Pulau Jawa termasuk dalam jajaran pulau terbesar di Indonesia dan dunia. Pulau ini juga dikenal dengan jumlah penduduknya yang tinggi.

Sejarah Pulau Jawa di Indonesia sangatlah panjang. Mulai dari menjadi pusat kerajaan Hindu-Buddha, kesultanan Islam, hingga menjadi wilayah kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda.

Sebelum semua peristiwa bersejarah itu terjadi di Pulau Jawa. Pulau ini sudah terbentuk akibat peristiwa vulkanik dan tektonik akibat tumbukan dua lempeng besar, yakni lempeng Indo-Australia dengan lempeng Benua Eurasia.

Tahukah kamu bagaimana proses terbentuknya Pulau Jawa?

Terbentuk sejak puluhan juta tahun yang lalu

Menurut Hubert Forestier dalam buku Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu: Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur (1998), proses pembentukan Pulau Jawa dimulai pada periode Oligosen dan Miosen.

Oligosen merujuk pada skala waktu geologi yang terjadi sekitar 34 hingga 23 juta tahun yang lalu. Sedangkan Miosen merujuk pada skala waktu geologi yang berlangsung 23,03 hingga 5.332 juta tahun yang lalu. 

Para ahli mengatakan Pulau Jawa terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanik dan tektonik. Proses pembentukan ini tidak terjadi dalam waktu semalam atau beberapa tahun saja, namun lewat proses alam secara bertahap dari tahun ke tahun.

Baca juga: Lempeng Tektonik dan Jenisnya di Indonesia

Dalam buku 100: Lebih dari Satu Juta Tahun yang Lalu Mereka Menemukan Pulau Jawa (1990) karya Toni Djubiantono, dkk, Busur Kepulauan Sunda atau Busur Sunda menjadi cikal bakal terbentuknya Pulau Jawa.

Perlu diketahui, busur ini merupakan busur vulkanik yang tidak hanya membentuk Pulau Jawa. Namun, juga turut membentuk Pulau Sumatra, Selat Sunda dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Sekitar zaman Oligosen, Busur Kepulauan Sunda mulai mengalami pergerakan dari arah barat Sumatera hingga ke Flores. Gerakan ini terus terjadi hingga zaman Miosen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
Tehyan dan Tanjidor, Alat Musik Tradisional DKI Jakarta

Tehyan dan Tanjidor, Alat Musik Tradisional DKI Jakarta

Skola
Alat Musik Gambus Daerah Riau

Alat Musik Gambus Daerah Riau

Skola
Apa Alat Musik daerah Bangka Belitung?

Apa Alat Musik daerah Bangka Belitung?

Skola
Alat Musik Daerah Jambi

Alat Musik Daerah Jambi

Skola
7 Alat Musik daerah Aceh

7 Alat Musik daerah Aceh

Skola
Alat Musik Daerah Bengkulu

Alat Musik Daerah Bengkulu

Skola
Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Skola
Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Skola
komentar
Close Ads X