Kompas.com - 30/03/2021, 14:14 WIB
Ilustrasi sistem ekonomi manusia prasejarah freepik.com/macrovectorIlustrasi sistem ekonomi manusia prasejarah

KOMPAS.com -Pada masa prasejarah di mana manusia belum mengenal tulisan, tahukah kamu bagaimana mereka melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?

Sistem ekonomi manusia prasejarah berkembang dari mengumpulkan makanan, bercocok tanam, berternak, hingga masa perundagian.

Untuk mengetahui bagaimana sistem ekonomi manusia prasejarah, yuk kita simak penjelasan di bawah ini!

Masa nomaden adalah masa di mana manusia berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Dilansir dari History, masa nomaden terjadi sejak dua juta tahun lalu dan berkembang di antara hominin awal Afrika.

Hal ini berarti zaman paleolitik dan mesolitik juga termasuk ke dalam masa nomaden. Pada masa ini, manusia memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu hewan dan mengumpulkan sayur, buah, serta biji-bijian di suatu tempat.

Pada masa nomaden, manusia tinggal di dalam gua-gua, menggunakan api alami dari kebakaran hutan dan sambaran petir, berjalan dalam jarak yang sangat jauh, dan melakukan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin.

Saat sumber daya di wilayah tersebut berkurang, kelompok manusia tersebut akan berpindah tempat untuk mencari sumber makanan yang lebih melimpah.

Baca juga: Bagaimana Cara Nenek Moyang Kita Mendapatkan Api?

  • Masa Bercocok Tanam dan Berternak

Setelah hidup jutaan tahun dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan secara nomaden, otak manusia semakin berkembang.

Sehingga dimulailah masa bercocok tanam dan berternak pada zaman neolitikum sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Dilansir dari BBC, pertanian pertama terjadi di Inggris dengan menanam gandung dan barley di sekeliling rumah.

Halaman:

Sumber BBC,History
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X