Kompas.com - 20/03/2021, 14:47 WIB
Pengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. KOMPAS.com / Silvita AgmasariPengunjung di depan karya Raden Saleh dalam Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

KOMPAS.com - Seni lukis merupakan cabang seni rupa dengan aliran atau gaya visual dalam seni lukis. Salah satu aliran seni lukis adalah naturalisme.

Dalam jurnal Eksistensi Alam Minang dalam Lukisan Seniman Sumatera Barat (2018) oleh Erizal, naturalisme adalah karya seni rupa dengan teknik penerapan yang berpedoman pada alam.

Seniman dengan aliran naturalisme terikat pada proporsi, anatomi, perspektif, dan teknik perwarnaan yang menhasilkan kemiripan lukisan seusia obyek yang dipandang.

Biasanya seniman memiliki pengaturan cahaya yang cukup dramatis seperti sebelum atau sesudah matahari tenggelam. Hal ini untuk mendapatkan pencahayaan golden hours.

Baca juga: Teknik Plakat dalam Seni Lukis

Beirkut nama pelukis yang berakuran naturalissme di Indonesia maupun di dunia:

  • Raden Saleh

Dilansir dari situs Digital Archive of Indonesian Contemporary Art, Raden saleh merupakan sosok legenda dalam sejarah seni rupa modern Indoensia.

Dia dianggap sebagai pioneer seni rupa modern Indonesia. Raden Saleh memberikan teknik seni lukis dengan tema nasionalisme.

Karya-karya Raden Saleh terus melukis dan melahirkan karya-karya lukis yang berupa potret, pemandangan (naturalisme) dan adegan-adegan peristiwa. Raden Saleh juga telah melahirkan banyak kisak mengenai tempat-tempat.

  • Abdullah Suriosubroto

Abdullah Suriosubroto lahir di emarang tahun 1878 dan meninggal di Yogyakarta tahun 1941. Abdullah merupakan anak tokoh pergerakan nasional dr Wahidin Sudirohusodo.

Abdullah Suriosubroto disekolah kedokteran ke Negeri Belanda, namun pada akhirnya ia memilih menjai pelukis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X