Kompas.com - 19/03/2021, 16:12 WIB
Suasana Konferensi Meja Bundar yang digelar di Den Haag, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Tanggal 17 Agustus 1950, lima tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). WIKIMEDIA COMMONS/Information Ministry/DavidelitSuasana Konferensi Meja Bundar yang digelar di Den Haag, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Tanggal 17 Agustus 1950, lima tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KOMPAS.com - Belanda telah menjajah Indonesia dalam waktu yang sangat lama. Sehingga walaupun Jepang telah masuk ke Indonesia dan memukul Belanda, Belanda masih tidak kehilangan akalnya dalam menjajah Indonesia.

Hal ini terbukti dengan usaha Belanda yang dibantu sekutu untuk terus menginvasi Indonesia bahkan setelah Kemerdakaan Republik Indonesia dideklarasikan pada 17 Agustus 1945.

Setelah Jepang mengaku kalah dan proklamasi kemerdekaan, Indonesia masih berusaha untuk lepas dari Belanda melalui diplomasi (perjanjian Linggarjati, Renville, dan Roem-Royen) dan juga berbagai pertempuran (pertempuran Surabaya, Ambarawa, Bandung lautan api, dan Medan area).

Perjuangan mempertahankan kedaulatan RI kemudian menemui titik terang yaitu diadakannya konferensi meja bundar (KMB) di Den Haag, Belanda.

Baca juga: Tokoh-tokoh dalam Konferensi Meja Bundar (KMB)

KMB dilaksanakan pada tanggal 23 Agustur 1949 dan berjalan dengan a lot sehingga baru selesai pada 2 november 1949. Berikut dampak positif konferensi meja bundar bagi Republik Indonesia:

  • Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia

Konferensi meja bundar berhasil membuat Belanda mengakui kedulatan Republik Indonesia. Penyerahan kedaulatan dilakukan pada tanggal 27 desember 1949 yang ditandatangani oleh Ratu Juliana (Ratu Kerajaan Belanda) dan Mohammad Hatta (ketua delegasi Indonesia untuk KMB).

  • Penyerahan wilayah bekas jajahan Belanda 

Dampak baik selanjutnya adalah penyerahan tanpa syarat wilayah jajah Indonesia yang diduduki oleh belanda.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Belanda menyerahkan wilayah jajahan bekas Hindia Belanda kecuali Irian Barat ke Indonesia pada tanggal 27 desember 1949.

Pada tanggal tersebut juga pemerintahan negara Indonesia dikokohkan dengan dilantiknya Presiden Soekarno dan wakilnya yaitu Mohammad Hatta.

Baca juga: Konferensi Meja Bundar: Latar Belakang, Tujuan, Hasil, dan Dampaknya

  • Berhentinya konflik bersenjata dari Militer Belanda 

Dampak positif terakhir adalah ditariknya Koninklijke Nederlandsch indische leger (KNIL) atau tentara Hindia Belanda dari wilayah Indonesia.

Beberapa tentara KNIL ada yang masuk ke dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai anggota.

Hal ini menghapuskan ancaman bersenjata dan kekerasan yang telah diberikan Hindia Belanda kepada rakyat Indonesia. Sehingga rakyat akhirnya merasa aman tanpa takut akan pecahnya kembali peperangan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X