Kompas.com - 28/02/2021, 23:06 WIB
Wali Kota Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb, menjajal wahana permainan anak jungkat-jungkit di RPTRA Kalijodo, Senin (12/6/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIWali Kota Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb, menjajal wahana permainan anak jungkat-jungkit di RPTRA Kalijodo, Senin (12/6/2017).

KOMPAS.com - Pernahkah kamu bermain jungkat-jungkit dengan temanmu semasa kecil? Jungkat-jungkit adalah salah satu pesawat sederhana berjenis tuas atau pengungkit yang dapat memudahkan pekerjaan manusia.

Dengan adanya tuas atau pengungkit, manusia bisa mengangkat beban berat yang tidak sanggup diangkat ototnya.

Misalkan cobalah mengangkat teman sebayamu dengan cara menggendongnya. Pasti akan berat dan jika bisa kamu angkat, memerlukan banyak tenaga. Namun suruhlah temanmu naik jungkat-jungkit, dan duduklah di sisi satunya lagi.

Dengan mudahnya temanmu terangkat tanpa kamu harus mengeluarkan tenaga. Satu satunya yang kamu lakukan hanyalah duduk diatas jungkat-jungkit. Inilah mengapa pesawat sederhana dapat membantu pekerjaan yang berat bagi otot manusia menjadi lebih ringan.

Dilansir dari Live Science, tuas terdiri dari balok panjang dengan titik tumpu (poros). Jungkat jungkit memiliki lengan beban (tempat beradanya beban) dan lengan kuasa (tempat diberikannya gaya) yang harus disetimbangkan torsinya menjadi nol. Agar mengerti tentang cara menyetimbangkan tuas jungkat-jungkit, yuk kita simak pembahasan soal di bawah ini!

  • Contoh Soal:

1. Jika beban 300 N digeser 10 cm menjauh dari titik tumpu, apakah yang harus dilakukan agar jungkat-jungkit tetap seimbang?

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Jungkat-jungkit

   Jawaban:

Dari gambar bisa terlihat bahwa jungkat-jungkit tersebut dalam keadaan setimbang. Hal ini berarti momen gaya disebelah kiri sama dengan momen gaya di sebelah kanan, sehingga jumlah momen gayanya (torsi) sama dengan nol sehingga didapat persamaan sebagai berikut:

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus kesetimbangan jungkat-jungkit

Στ = momen gaya/ torsi (Nm)
W= berat benda (N)
lb= lengan beban (m)
F= gaya (N)
lk= lengan kuasa (m)

maka, bisa dihitung berat benda X dengan persamaan tersebut sebagai berikut!

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Perhitungan beban X

Dari perhitungan tersebut didapat bahwa benda X memiliki berat sebesar 120 newton. Jika beban digeser menjauh dari titik tumpu, maka lengan bebannya menjadi 50 cm. Jika jarak lengan kuasanya tetap, maka berat X yang harus ditambah adalah:

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Perhitungan beban X saat lengan kuasanya tetap

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Perhitungan lengan kuasa saat beban X tetap

 

Jadi, saat beban digeser 10 cm menjauhi titik tumpu jungkat-jungkit akan setimbang jika beban X ditambah 30 N menjadi 150 N atau beban X digeser 5 cm menjauhi poros sehingga jaraknya menjadi 125 cm dari poros atau titik tumpu.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X