Kompas.com - 10/02/2021, 18:00 WIB
Tari-tarian khas Betawi ditampilkan pada pembukaan Pasar Seni Jakarta di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/11/2013).  KOMPAS/IWAN SETIYAWANTari-tarian khas Betawi ditampilkan pada pembukaan Pasar Seni Jakarta di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/11/2013).
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Provinsi DKI Jakarta memeliki berbagai kesenian dan budaya yang menjadi ciri dan ikon masyarakat Jakarta. Salah satu kesenian yang ada di DKI Jakarta adalah tari Cokek.

Tari Cokek merupakan perpaduan antara kebudayaan Betawi dengan unsur China dan sudah ada sejak awal abad ke-20.

Dilansir dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Cokek merupakan kesenian Betawi yang ditarikan dengan iringan gambang kromong.

Kata Cokek berasal dari bahasa China "cukin", yaitu selendang yang panjangnya kurang dari satu meter yang dipakai oleh para penari wanita untuk menggaet pasangannya.

Sejarah tari Cokek

Berdasarkan berbagai keterangan, tari Cokek dulu dikembangkan oleh para tuan tanah China sampai menjelang Perang Dunia (PD) II. Kelompok tari tersebut masih dimiliki oleh orang-orang China peranakan.

Baca juga: Tari Sekapur Sirih, Tari Penyambutan Tamu Khas Jambi

Ada pula yang mengartikan "cokek" sebagai penyanyi yang merangkap penari dan biasanya cokek dipanggul untuk memeriahkan suatu hajatan, saat kenduri, atau perayaan.

Para Cokek disamping menyemarakan suasana pesta dengan nyanyian dan tarian, mereka juga membantu para tamu dalam perjamuan, seperti menuangkan minuman, menambah nasi atau lauk pauk dengan sikap luwes.

Pada perkembangan selanjutnya, cokek diartikan sebagai tarian pergaulan yang diiringi oleh orkes gambang kromong dengan penari-penari wanita yang disebut wayang cokek.

Para tamu diberi kesempatan untuk ikut menari bersama, berpasangan dengan para cokek.

Orang-orang Betawai menyebutnya "ngibing cokek". Selama ngibing biasanya mereka juga sambil minum-minuman keras untuk menambah semangat menari.

Baca juga: Manfaat Energi Panas Matahari

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X